Indonesia terletak pada garis khatulistiwa yang memiliki dua musim, yaitu penghujan dan kemarau. Ketergantungan manusia terhadap matahari salah satunya adalah ketika mengeringkan pakaian. Namun perubahan musim dapat mengganggu proses mengeringkan pakaian. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat lemari pengering pakaian otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Lemari pengering ini menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor DHT22, elemen pemanas, kipas, dan relay. Proses pengendaliannya melalui aplikasi blynk pada android.Penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development (RD) dengan beberapa tahapan penelitian yaitu, identifikasi masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, proses pembuatan, uji coba produk, dan evaluasi hasil. Lemari pengering ini digunakan sebagai alternatif pengeringan yang efisien saat musim penghujan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa lemari pengering ini lebih cepat ketika mengeringkan pakaian daripada pengeringan dengan matahari, baik pakaian yang melalui perasan mesin cuci maupun perasan tangan. Namun, masih perlu pengembangan untuk meningkatkan kinerja dan fungsinya, seperti penambahan pendeteksian dan pemantauan kelembaban, pengaturan suhu, pemberitahuan ketika selesai pengeringan, dan penggunaan alat-alat atau komponen listrik yang lebih rendah daya agar bisa lebih menghemat biaya pengeringan.
Copyrights © 2024