Proyek yang dilaksanakan secara temporer tentu perlu diatus dan dikendalikan dengan baik. Manajemen proyek adalah aplikasi dari pengetahuan, keahlian, dalat dan tekntik untuk melaksanakan aktivitas sesuai dengan kebutuhan proyek. Untuk mengetahui masalah-masalah yang terjadi dilapangan seperti kendala waktu, teknis dan lain-lain diperlukannya system manajemen waktu yang baik untuk menjawab permasalahan yang ada. Metode PDM menjadi sarana untuk perancangan jaringan kerja kegiatan, kemudian menghubungkannya dengan anak panah untuk menunjukkan ketergantungan tiap kegiatan. Hasil dari penelitian kali ini yaitu, terdapat keterlambatan proyek disebabkan produktivitas sumber daya yang kurang memadai dan penerpan manajemen waktu yang kurang tepat sehingga menghasilkan bobot pekerjaan yang tidak sesuai dengan rencana. Durasi rencana pekerjaan diselesaikan untuk perencaanaan struktur adalah 119 hari dan menjadi 98 hari setelah dilakukannya perhitungan menggunakan metode PDM. Lintasan kritis yang terjadi pada proyek kali ini terdapat 66 lintasan kritis. Produktivitas tenaga kerja sangat mempengaruhi durasi pekerjaan maka dibutuhkan penambahan tenaga kerja agar bisa didapatkan durasi optimal.
Copyrights © 2024