Hasil pelaksanaan pekerjaan bore pile yang tidak mampu memenuhi kedalaman rencana menyebabkan perlunya dilakukan evaluasi terhadap dimensi dinding penahan tanah sehingga tetap mampu mengatasi permasalahan longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dimensi dinding penahan tanah dan bore pile berdasarkan kondisi aktual dilapangan untuk memastikan struktur dinding penahan tanah tetap aman meskipun ada perubahan kedalaman bore pile. Analisis topografi dilakukan untuk mengetahui variasi kemiringan lereng timbunan jalan disepanjang area longsor. Investigasi tanah menggunkan CPT dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi bawah permukaan pada daerah fondasi DPT. Hasil analisis topografi menunjukkan terdapat tiga kemiringan lereng timbunan jalan yang dapat mewakili keseluruhan area longsoran yaitu 29o, 24 o dan 18 o. Hasil analisis faktor aman menunjukkan perubahan dimensi bore pile menjadi 5 m diperoleh stabilitas geser, stabilita guling, daya dukung tanah dan stabilitas global secara berturut-turut adalah 3,81, 2,28, 11,33 dan 1,65. Kedalaman bore pile 7 m memberikan nilai faktor aman yang sangat besar diatas standar yang ada sehingga dapat dilakukan optimasi menjadi 5 m menyesuaikan dengan kedalaman maksimum bore pile yang dapat dicapai dilapangan. Hasil analisis faktor aman pada kemiringan lereng timbunan jalan 24o dan 18o tanpa menggunakan bore pile diperoleh seluruh kriteria stabilitas memenuhi standar yang dipersyaratkan. Berdasarkan keseluruhan hasil analisis, tidak perlu dilakukan penyesuaian dimensi DPT akibat pengurangan kedalaman bore pile karena nilai faktor keamanan yang didapatkan masih memenuhi kriteria faktor aman minimum yang dipersyaratkan.
Copyrights © 2023