Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk slogan kampanye calon Presiden Indonesia tahun 2024 dengan menggunakan pendekatan teori stilistika. Bentuk data berupa kalimat, frasa, atau klausa yang mempromosikan paslon. Metode analisis melibatkan pemilahan dan identifikasi ciri-ciri stilistika, seperti rima, aliterasi, dan diksi khusus yang digunakan dalam slogan-slogan kampanye. Data diperoleh dari berbagai sumber kampanye, termasuk pidato, iklan, dan materi promosi lainnya seperti tagar di media sosial. Terdapat total delapan belas slogan yang diperoleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori stilistika membuka pemahaman lebih dalam tentang bagaimana bahasa digunakan untuk memperkuat pesan kampanye dan personal branding. Slogan kampanye yang disebarluaskan, selain untuk menjaga loyalitas konstituen juga untuk menjaring suara dari massa mengambang yang belum menentukan pilihan secara pasti. Oleh sebab itu, upaya persuasi yang dilakukan secara verbal bertujuan untuk meyakinkan pendirian sekaligus menyentuh sisi-sisi emosional terutama generasi muda. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman kita tentang peran stilistika dalam komunikasi politik dan membantu melihat lebih dekat bagaimana bahasa dipergunakan untuk membentuk opini publik selama kampanye pemilihan presiden.
Copyrights © 2024