Memanfaatkan permainan, pendidikan gerak, dan aktivitas luar ruangan dalam pendidikan jasmani untuk merangsang pemikiran kritis siswa telah menjadi fokus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pemasukan permainan olahraga tradisional ke dalam pendidikan Fisik terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one-group time series. Cluster random sampling digunakan untuk memilih Kelas VI sebagai kelompok eksperimen, yang terdiri dari total 38 siswa. Penilaian keterampilan berpikir kritis melibatkan penggunaan instrumen dengan lima indikator. Penelitian mengungkapkan bahwa integrasi olahraga tradisional ke dalam pendidikan jasmani efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya proses pembelajaran yang dirancang dengan baik selaras dengan tujuan spesifik, mempermudah proses belajar dan perkembangan siswa. Temuan ini menyoroti bagaimana memasukkan permainan olahraga tradisional ke dalam pendidikan fisik dapat berkontribusi pada pengembangan kemampuan berpikir kritis anak-anak.
Copyrights © 2024