Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu pengaruh pelatihan kerja, tingkat pendidikan dan pengalaman kerja terhadap kinerja gen Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode nonprobabilitas menggunakan teknik purposive sampling dimana pengambilan sampelnya didasari pada kriteria yang ditentukan oleh peneliti dari hasil pengisian kuesioner. Dengan total 100 responden yang telah memenuhi kriteria sehingga dari data yang sudah diolah maka dapat dihasilkan satu demografi response spesifikasi yaitu sebagian laki-laki (55%) dan perempuan (45%) dengan usia terbanyak 21-24th (56%). Dalam penelitian ini menggunakan analisis data pendekatan Partial Least Square (PLS), dengan model SEM (Structural Equation Modeling. Nilai R-Square dari penelitian ini sebesar 0.828% atau 82.8%. berarti variabel kinerja dapat dipengaruhi oleh pelatihan kerja, tingkat pendidikan dan pengalaman kerja. Hasilnya menunjukkan bahwa pelatihan, tingkat pendidikan, dan pengalaman kerja memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan Generasi Z. Tingkat pendidikan memberikan pengetahuan dasar dan keterampilan yang penting, sementara pengalaman kerja membantu mengasah kemampuan tersebut dalam konteks dunia nyata. Kombinasi kedua faktor ini tidak hanya meningkatkan kompetensi karyawan, tetapi juga memengaruhi produktivitas, kemampuan beradaptasi, dan kontribusi positif mereka terhadap kesuksesan perusahaan secara keseluruhan. Oleh karena itu, perusahaan dan individu perlu memperhatikan pentingnya pendidikan dan pengalaman dalam memaksimalkan kinerja di lingkungan kerja yang kompetitif.
Copyrights © 2024