Sebagai pondok pesantren salafiyah yang belum terlalu lama berdiri di Kabupaten Hulu Sungai Utara – di mana banyak terdapat pondok pesantren besar dan ternama – Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin mampu bersaing dan menandingi pondok pesantren lainnya, sehingga eksistensinya terus meningkat. Fenomena ini patut untuk dikaji, kontestasi apa yang menarik bagi masyarakat sehingga mendapatkan kepercayaan yang begitu besar kepada pondok pesantren Raudhatut Tahlibin Amuntai. Penelitian ini memfokuskan terkait dengan bagaimana stretegi pemertahanan eksistensi pondok pesantren Raudhatut Thalibin Amuntai. Penelitian ini menggunakan metode dan teknik analisis kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, display dan verifikasi data. Adapun strategi pemertahanan eksistensi pondok pesantren Raudhatut Thalibin, yaitu: 1) Membentuk jaringan habaib dan ulama dalam kemitraan; 2) Corak pemikiran yang diajarkan sesuai dengan religiusitas masyarakat sekitar yang cenderung ta’dzim kepada para habaib dan ulama; 3) Bangunan fisik ponpes yang ditata dengan menyesuaikan kebutuhan para santri putra dan putri dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai; dan 4) Menerapkan prinsip almuhafadzatu ‘alal qadimis shaleh wal akhdzu bil jadidil ashlah.
Copyrights © 2024