Busana sembahyang dalam kalangan umat Hindu sangat berenekaragam bentuk,jenis dan fungsinya sesuai dengan daerah dan kebhinekaanya, yang sangat mengutamakan etika dan filosofi tatanan kehidupan beragama. Busana sangat memegang peran dalam kehidupan sebagai ciri dan identitas seni budaya dan tradisi mahakarya leluhur yang adhiluhung yang harus kita lestarikan kepada anak dan cucu. Jadi antara busana dan prilaku jati diri kita melekat tidak bisa kita abaikan dengan alasan apapun. Apa lagi busana sembahyang sesungguhnya mengandung makna dan filosofi yang dalam. Dalam konsep Agama Hindu, busana sembahyang yang digunakan dalam melaksanakan persembahyangan tidak sematamata tumbuh dari budaya masyarakat seperti busana pada umumnya, tetapi merepresentasikan nilai-nilai agama.Pemahaman yang salah terhadap adanya peristiwa modernisasi busana denganpenyimpangan busana kebaya sebagai busana kegiatan keagamaan bagi kalangan wanitayang beragama Hindu tersebut perlu dikaji dan diperbaiki lebih lanjut. Hal tersebut menimbulkan banyaknya perdebatan yang kompleks pada pandangan budaya, agama, dan norma sosial yang berlaku. Oleh karena itu, perlunya meluruskan pemahaman terhadappenggunaan busana kebaya agama Hindu yang baik dan sesuai norma Menghadapi perkembangan zaman yang menimbulkan perubahan tren, tentu sebagaiumat Hindu fleksibilitas dalam penentuan strategi adpatsi di era kekinian. Fleksibilitas saat menghadapi perubahan tren terutama perkembangan berbusana sembahyang mengacu pada kemampuan untuk beradaptasi terhadap cara berbusana tradisional yang lebih terbuka dan inklusif. Fleksibilitas dalam konteks ini tidak hanya dinilai dalam konotasi negatif. Fleksibilitas dapat mencakup adaptasi dan modifikasi dari segi penggunaan model dan gaya berbusana yang lebih modern dan sesuai perkembangan zaman namun tetap mempertahankan nilai budaya dan makna simbolis dari busana .
Copyrights © 2024