Nyadran Surocolo merupakan serangkaian upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat Kampung Surocolo sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Hal itu dikarenakan adanya sumber mata air di tuk Surocolo, dimana itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari dan untuk bercocok tanam, karena masyarakat kami kebanyakan bercocok tanam. Di Surocolo ada sendang sumber air yang bisa digunakan untuk pertanian, bisa untuk kebutuhan kehidupan sehari-hari. Sebagai salah satu ungkapan rasa syukur tersebut salah satunya dengan nyadran yaitu memohon pada Tuhan Yang Maha Esa agar sendang atau sumber air tidak berhenti untuk tetap mengalir. Upacara adat nyadranan di tempat lain dilakukan di bulan ruwah menjelang bulan puasa tetapi upacara nyadranan di Surocolo dilakukan di mangsa kapapat/puncak kemarau menjelang musim hujan antara bulan September atau Oktober atau November. Tri Hita Karana. Tri Hita Karana berasal dari kata “Tri” yang berarti tiga, “Hita” yang berarti kebahagiaan dan “Karana” berarti penyebab. Tri Hita Karana menurut pandangan Agama Hindu adalah tiga penyebab terciptanya kebahagiaan. Adapun bagian-bagiannya ajaran Tri Hita Karana yaitu a. Parhyangan Hubungan Manusia dengan Tuhan, b. Pawongan Hubungan Manusia dangan Manusia, c. Palemahan Hubungan Manusia dengan Alam Semesta. Terciptanya rangkaian Upacara Adat Nyadran Surocolomengimplementasikan dari Tri Hita Karana sendiri untuk adanya keseimbangan.
Copyrights © 2024