Salah satu kendala yang ditemui oleh para guru pendidikan Agama Hindu adalah sulitnya menyelenggarakan pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan efektif. Guru pendidikan Agama Hindu hendaknya dapat menerapkan model pembelajaran konstektual supaya materi pendidikan Agama Hindu yang bersifat abstrak dapat diubah menjadi real melalui contoh-contoh peristiwa dalam kehidupan sehari-hari. Maksud dari pembelajaran kontekstual dalam artikel ini adalah pembelajaran pendidikan Agama Hindu yang berbasis local genius Hindu Kaharingan Kalimantan Tengah. Pembelajaran local genius dapat diterapkan dalam standar kompetensi panca yajña dengan kompetensi dasar contoh-contoh pelaksanaan yajňa dalam masyarakat sebab masyarakat Hindu Kaharingan juga melaksanakan ajaran yajña sesuai dengan kaidah-kaidah yang dimuat dalam susastra suci Hindu walaupun berbeda dalam hal penyebutannya. Dalam Standar Kompetensi asta aiswarya, Kompetensi Dasar yang relevan untuk dilakukan pembelajaran berbasis local genius adalah menemukan sloka dan mantram terkait asta aiswarya, sebab dalam Panaturan juga memuat tentang sifat-sifat kemahakuasaan Ranying Hatalla. Dengan mengakomodasi materi yang bersifat kearifan lokal, siswa cenderung lebih mudah dalam hal pemahaman konsep. Sebab materi pembelajaran dikaitkan dengan fenomena yang tidak asing baginya karena siswa sering bersinggungan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2024