Pemerintah Kota Malang menyambut baik adanya aplikasi Mobile JKN dengan mengintegrasikannya ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dan mendorong masyarakat untuk menggunakannya sehingga terjadi peningkatan pengguna aplikasi Mobile JKN di Kota Malang. Hal tersebut menimbulkan terjadinya peningkatan pengguna. Namun, setelah dilakukan observasi ditemui beberapa kondisi saat menggunakan aplikasi, yaitu kendala saat registrasi dan login, fitur FAQ dan perubahan data yang menyulitkan, rekomendasi artikel yang mengganggu, dan kurangnya petunjuk penggunaan fitur. Selain itu, muncul keraguan pada fitur pembayaran dan keoptimalan dalam menyelesaikan masalah. Kondisi tersebut membuat pengguna menjadi kurang berminat menggunakan aplikasi Mobile JKN. Penelitian kuantitatif ini mengumpulkan data dengan menyebarkan kuesioner ke masyarakat Kota Malang yang ditentukan dengan teknik purposive sampling dan mendapatkankan 101 responden. Data dianalisis dengan teknik Generalized Linear Model (GLM) dan mendapatkan hasil perceived usefulness dan trust berpengaruh terhadap intention to use aplikasi Mobile JKN dengan nilai signifikansi dibawah 0,05 sedangkan perceived ease of use tidak berpengaruh terhadap intention to use aplikasi Mobile JKN dengan nilai signifikansi 0,199.
Copyrights © 2024