Keterbatasan perangkat fisik komputer menyebabkan kesulitan dalam melakukan praktikum instalasi Linux, padahal perangkat komputer yang memiliki kemudahan akses merupakan faktor penting dalam pelaksanaan praktikum instalasi Linux. Penggunaan layanan komputasi awan merupakan salah satu upaya untuk mengatasi masalah keterbatasan perangkat fisik komputer saat praktikum instalasi Linux. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendapatkan pemahaman tentang perbedaan keterampilan antara kelompok yang menggunakan layanan komputasi awan dan kelompok yang menggunakan mesin virtual. Penelitian kuasi-eksperimental ini menggunakan desain Kelompok mesin virtual dan eksperimen dengan pretest-posttest. Partisipan terdiri dari 30 mahasiswa praktikum mata kuliah Desain Basis Data & SQL program studi Pendidikan Teknologi Informasi Fakultas Universitas Brawijaya dari Malang, Indonesia. Masing-masing kelompok dipilih 15 orang secara tidak acak untuk bertindak sebagai kelompok eksperimen dengan menggunakan layanan komputasi awan dan Kelompok kontrol dengan menggunakan mesin virtual Virtualbox. Penilaian keterampilan menggunakan penilaian berupa penilaian prosedural. Pengolahan data dilakukan dengan memanfaatkan uji beda dalam analisis. Dengan tidak adanya perbedaan secara signifikan dalam penggunaan media praktikum, pendidik dapat menggunakan mesin virtual virtualbox ataupun layanan komputasi awan dalam pembelajaran praktikum instalasi Linux. Meskipun begitu, layanan komputasi awan dapat dijadikan alternatif dalam pembelajaran praktikum instalasi Linux karena media tersebut setara.
Copyrights © 2024