Perkembangan teknologi internet telah mendorong pergeseran pola konsumsi konten hiburan masyarakat, terutama di Indonesia sebagai negara dengan pengguna internet keempat terbesar di dunia. Mayoritas anak muda Indonesia memanfaatkan internet untuk tujuan hiburan, dengan konten video online menjadi pilihan utama. Namun, keberadaan layanan streaming web ilegal secara gratis menciptakan persaingan tidak sehat bagi industri video-on-demand (VoD) legal. VoD merupakan bagian dari over-the-top (OTT) services yang menyediakan konten video melalui internet tanpa memerlukan berlangganan layanan televisi tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor performance expectancy, social influence, dan price value terhadap intention to subscribe layanan VoD Vidio di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya. Ketiga faktor tersebut dipilih berdasarkan temuan dari kuesioner yang menunjukkan kesesuaian dengan pernyataan responden sebelumnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan gabungan metode kuantitatif dan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner tertutup dan terbuka. Hasil kuesioner dianalisis menggunakan Generalized Linear Model (GLM), sedangkan jawaban pertanyaan terbuka dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil analisis, performance expectancy, social influence, dan price value terbukti memiliki pengaruh terhadap intention to subscribe. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengeksplorasi aplikasi VoD lainnya atau membandingkan antar aplikasi VoD, serta melakukan pengujian dengan model uji yang berbeda.
Copyrights © 2024