Penerapan sistem informasi di tingkat gampong atau desa menjadi krusial dalam mengoptimalkan pelayanan publik dan pengelolaan administrasi lokal di era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi. Gampong, yang merupakan unit pemerintahan terkecil di Aceh, memainkan peran penting dalam mengatur kehidupan masyarakat setempat dan memfasilitasi berbagai kebutuhan administrasi dan pembangunan. Artikel ini mengeksplorasi peran Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) dalam mengembangkan Sistem Informasi Gampong (SIGAP) di Desa Lamsiteh, Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPM berperan sebagai katalis perubahan dalam memperkenalkan dan mengimplementasikan teknologi informasi di tingkat desa. Mahasiswa KPM berkolaborasi dengan aparat desa untuk merancang dan mengoptimalkan SIGAP, meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pelayanan publik. Namun, proses ini dihadang oleh tantangan seperti rendahnya literasi informasi dan adaptasi teknologi di kalangan aparat desa, serta masalah validitas data yang mengganggu efektivitas pengelolaan informasi.
Copyrights © 2024