Penelitian ini menanggapi tingginya permintaan akan energi di Indonesia dengan fokus pada pemanfaatan energi biomassa yang ramah lingkungan dan dapat memperbarui. Dalam penelitian ini, beberapa parameter penting dievaluasi, termasuk kadar air, kadar abu, dan laju pembakaran pelet biomasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan zeolit berpengaruh signifikan terhadap karakteristik biomasa pelet. Penambahan zeolit dalam kadar rendah (5% dan 10%) mengurangi kadar udara dalam pelet biomasa, menunjukkan kemampuan zeolit untuk menyerap kelembaban dalam pelet. Namun, pada kadar zeolit yang lebih tinggi (20% dan 25%), kadar air justru meningkat, mengindikasikan kompleksitas interaksi antara zeolit dan bahan baku pelet biomasa. Di sisi lain, penambahan zeolit meningkatkan kadar abu dalam pelet biomasa, dengan kadar abu tertinggi tercatat pada kadar zeolit 25%. Kadar abu yang tinggi dapat mempengaruhi kualitas biomasa pelet secara negatif sebagai bahan bakar alternatif. Penambahan zeolit secara signifikan meningkatkan laju pembakaran pelet biomasa. Kadar zeolit sekitar 15% hingga 20% tampaknya menjadi titik optimum untuk mencapai laju pembakaran tertinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa penambahan zeolit pada tingkat yang tepat dapat meningkatkan efisiensi pembakaran pelet biomasa.
Copyrights © 2024