Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi temperatur pirolisis (450, 550°C) terhadap komposisi uji proksimat dan nilai kalor dari serbuk kayu jati. Metode pirolisis digunakan untuk mendekomposisi bahan organik dalam kayu menjadi gas, cairan, dan arang pada suhu tinggi. Hasil analisis proksimat mencakup kadar air, kadar abu, kadar volatile, dan kadar karbon terikat, sementara nilai kalor diukur untuk menentukan potensi energi serbuk kayu. Hasil penelitian menunjukkan perubahan signifikan dalam komposisi uji proksimat pada berbagai suhu pirolisis. Selain itu, nilai kalor meningkat seiring peningkatan suhu, menunjukkan peningkatan potensi energi serbuk kayu jati. Hasil ini memberikan wawasan penting untuk optimalisasi kondisi pirolisis guna meningkatkan nilai ekonomis dan keberlanjutan pemanfaatan kayu jati sebagai sumber energi biomassa
Copyrights © 2024