Claim Missing Document
Check
Articles

CROS FLOW AS TURBINE POWER PLANT MINIHIDRO (PLTM) VILLAGE TO SELF ENERGY kosjoko, kosjoko
Jurnal Penelitian IPTEKS Vol 1, No 2 (2016): JURNAL PENELITIAN IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.913 KB) | DOI: 10.32528/ipteks.v1i2.657

Abstract

Energi  listrik  yang  disediakan  oleh Perusahaan Listrik  Negara  (PT.PLN) sampai saat ini masih belum dirasakan secara merata oleh masyarakat terutama masyarakat pedesaan yang jauh dari jangkauan jaringan listrik. Beberapa desa yang belum terjangkau listrik dari Perusahaan Listrik Negara memiliki potensi mikrohidro atau minimikrohidro yang belum dimanfaatkan. Maka dari permasalahan tersebut di lakukan suatu upaya untuk mensuplay kebutuhan energy listrik dengan memanfaatkan kondisi dan potensi ada pada daerah tersebut. Energi terbarukan merupakan energi yang di hasilkan dari sumber-sumber alami seperti matahari, angin dan air yang dapat di hasilkan lagi dan sumber ini akan selalu tersedia dan tidak ada dampak yang negative bagi lingkungan, energy terbarukan sendiri dapat di bedakan menjadi beragam jenis energy terbarukan akan tetapi tidak semua energy dapat di gunakan seperti di daerah-daerah terpencil dan pedesaan (ActeWAGL,2009). Misalkan pada suatu daerah yang memiliki  potensial  air  yang  headnya mencukupi untuk di buat pembangkit listrik, maka di daerah tersebut dapat di pasang pembangkit tenaga listrik yang menyesuaikan  dengan  besar kecilnya head yang tersedia.  Energi  sendiri mempunyai peranan penting dalam pencapaian tujuan sosial, ekonomi dan lingkungan untuk pembangunan berkelanjutan serta merupakan pendukung bagi kegiatan ekonomi nasional Penelitian ini di lakukan seiring dengan majunya eksploitasi penggunaan energi alam yang ada di kehidupan sehari-hari terutama energi air yang sering di temui. Keuntungan yang mendasar untuk energi alam sebagai pembangkit energi listrik yaitu jumlahnya yang selalu tersedia dan tidak ada dampak negatif bagi lingkungan terutama pada masyarakat sekitar. Berdasarkan uraian di atas serta dengan menyelaraskan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka penulis tertarik untuk mengatasi masalah yang ada. Penulis bermaksud untuk mengambil judul “Pengaruh Variasi Jumlah Sudu Pada Alat Pembangkit  Listrik Tenaga  Mini  Hidro (PLTM) Guna Penunjang Desa Mandiri Energi”.Metode dalam penelitian ini peneliti melakukan survey lokasi dan potensi PLTM di kabupaten jember. Dari hasil survey di dapatkan lokasi yang akan di ambil datanya yaitu Kecamatan Jenggawah dekat perkebunan Renteng Kabupaten Jember. Hasil penelitian menunjukkan  unit PLTM yang sudah ada dengan desain ulang variasi jumlah sudu dengan kapasitas berkisar 1Kw untuk di gunakan skala Rumah Tangga  dengan batasan penggunaan berkisar antara 100 – 200 Watt untuk masyarakat menengah kebawah. Dengan jumlah sudu turbin 12 dapat menghasilkan daya 700 watt. Sedangkan untuk sudu yang berjumlah 8 dan 10, dapat menghasilkan daya 640 watt
Pengaruh Waktu Perlakuan Kalium Permanganate (KMnO4) Terhadap Sifat Mekanik Komposit Serat Purun Tikus (Eleocharis Dulcis) Kosjoko, Kosjoko; Sonief, Achmad As'ad; Sutikno, Djoko
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2, No 3 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.516 KB)

Abstract

The combination between treatment time of the addition and directon fiber orientation wasused to get maximum mechanical properties of Purun Tikus fiber composites. The purpose ofthis study was to construct composite of polyester matrix and Purun tikus natural fiber by mixing2 % KMnO4 with 1 liter aquades for 15 minutes and 30 minutes. It is applied to determine tensile strength and flexural strength. The variation of volume fiber fraction are 20%, 30%, and 40%. The directon of Purun Tikus fiber are 0 and 90%, and the polyester matrix type 157 BTQN with1% concentration of MEXPO hardener. The dimension of tensile specimen refered to standart ASTM D638-03. The flexural strength was obtained trough bending test based on ASTM 790-03. The combination of these 2 variables can improve interfacial adhesion between fiber andmatrix. The highest tensile strength was 2% KMNO4 for 15 minutes of natural fiber composites Purun Tikus with volume 40@ about 55.54 N/mm2. The variation of 2% KMnO4 for 30 minutes the volume fraction of 40% was 41.07 N/mm2. The obtained of variation without KMnO4 treatment and fraction volume 40% about 40.03 N/mm2 The highest flexural strength of the composite fiber Purun tikus in the variation treatment 2% KMnO4 for 15 minutes with the volume fraction 40% was 119.70 N/mm2, for 30 minutes the fraction volume 40% was 80.88N/mm2, and the fraction volume 40% without treatment was 62.66 N/mm2.Keywords:purun tikus fibers, kalium permanganate, polyester, tensile strength & amp; flexuralstength
UJI PERBANDINGAN KEKUATAN TARIK PENGELASAN STAINLESS STEEL AISI 304 MENGGUNAKAN LAS TIG (TUNGSTEN INERT GAS) DAN LAS MIG (METAL INERT GAS) DENGAN VARIASI MEDIA PENDINGIN Felani, Fran Nur; Kosjoko, Kosjoko; Finali, Asmar
J-Proteksion Vol 1, No 2 (2017): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v1i2.2200

Abstract

Pengelasan adalah salah satu teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa tekanan dan dengan atau tanpa logam penambah dan menghasilkan sambungan yang kontinu. Pada penelitian ini pengelasan yang digunakan adalah las TIG (Tungsten Inert Gas) dan las MIG (Metal Inert Gas) pada material Stainless Steel AISI 304 dengan variasi media pendingin berupa oli SAE 40, air garam, dan udara bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis pengelasan dan media pendingin terhadap kekuatan tarik. Dari hasil analisa data penelitian, kekuatan tarik pada pengelasan Stainless Steel AISI 304 menggunakan las TIG (Tungsten Inert Gas) dengan variasi media pendingin udara bebas menghasilkan kekuatan tarik yang paling tinggi yaitu sebesar 590,63 N/mm2 dan kekuatan tarik dengan variasi media pendingin oli SAE 40 menghasilkan kekuatan tarik yang paling rendah yaitu sebesar 328,13 N/mm2. Sedangkan kekuatan tarik pada pengelasan Stainless Steel AISI 304 menggunakan las MIG (Metal Inert Gas) dengan variasi media pendingin air garam menghasilkan kekuatan tarik yang paling tinggi yaitu sebesar 251,25 N/mm2 dan kekuatan tarik dengan variasi media pendingin oli SAE 40 menghasilkan kekuatan tarik yang paling rendah yaitu sebesar 161,25 N/mm2
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KOPI ARABIKA (ARABICA COFFEE) DIJADIKAN BIOETANOL Retanubun, Gery; Mufarida, Nely Ana; Kosjoko, Kosjoko
J-Proteksion Vol 2, No 1 (2017): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v2i1.2220

Abstract

Pembuatan bioetanol limbah kulit kopi arabika, melalui tahapan pengeringan kulit kopi dan penghalusan kulit kopi, Hidrolisis , fermentasi, penyaringan, dan destilasi. Pengeringan kulit kopi dibawah sinar matahari langsung selama 2 hari dan dihaluskan menggunakan blender sebelum tahap hidrolisis. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini, 1000 gram kulit kopi arabika kering, asam klorida 500 ml, 1000 ml tetes tebu, 150 gram Urea, 150 gram ragi, 150 gram NPK (kandungan N:15%, P:15%,K:15%). Proses hidrolisis dilakukan selama 60 menit dengan suhu 80-900C. Fermentasi dilakukan selama 7 hari, dan ditambahkan cairan fermentor yaitu 150 gram Urea, 150 gram ragi, 150 gram NPK (kandungan N:15%, P:15%,K:15%) yang di encerkan dengan 100 ml aquades dan ditambahkan tetes tebu 1000 ml, di aduk secara merata dan diberi penutup wadah yang kedap udara. Cairan fermentasi yang didapatkan yaitu 2000 ml setelah penyaringan. Proses destilasi menggunakan destilator mini kapasitas 5 liter. Data hasil destilasi yaitu, destilasi pertama menghasilkan kadar etanol 17% dengan volume 1100 ml dengan waktu 20 menit, destilasi kedua menghasilkan kadar etanol 49% dengan volume 650 ml dengan waktu 11 menit, dan destilasi ketiga menghasilkan kadar etanol 65% dengan volume 340 ml dalam waktu 9 menit dengan suhu 80-900C.
PENGARUH PENERAPAN WPS (WELDING PROCEDURE SPECIFICATION) AL 6005 TIPE BUTT JOINT TERHADAP KEKUATAN SAMBUNGAN LAS AL 6061 Sodik, Ahmad Abi; Mufarida, Nely Ana; Kosjoko, Kosjoko
J-Proteksion Vol 3, No 2 (2019): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v3i2.2246

Abstract

Dokumen WPS (welding procedure specification) merupakan dokumen yang sangat penting dalam pengelasan masal di suatu industri. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh penerapan WPS aluminium 6005 tipe butt joint terhadap pengelasan sambungan aluminium 6061 dengan posisi pengelasan 1G (flat) dan 3G (vertikal) serta pada ketebalan 3 mm, 5 mm, dan 8 mm dan menggunakan filler metal ER 5356. Pengelasan aluminium 6061 ini dilakukan oleh welder bersertifikat dengan menggunakan las GTAW (gas tungsten arc welding) atau TIG (tungsten inert gas) dengan detail sambungan pengelasan single V-butt joint sudut 60o. pengujian material dilakukan dengan menggunakan pengujian kekuatan tarik, bending dan juga pengujian cacat dengan menggunakan radiography dan dye penetrant. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengelasan aluminium 6061 dengan menggunakan WPS aluminium 6005 dengan posisi 1G menghasilkan las yang lebih baik dibandingkan posisi 3G dari hasil pengujian cacat luar maupun dalam. Cacat porositas terjadi pada posisi pengelasan 1G dengan jumlah dan ukuran yang sangat kecil sedangkan pada posisi pengelasan 3G terjadi cacat porositas dan incomplete fusion dengan ukuran dan jumlah di luar syarat penerimaan pengujian berdasarkan ISO. Selain pengujian cacat las, hasil dari pengujian kekuatan material las yang dilakukan dengan menggunakan uji tarik dan uji tekuk juga menunjukan kekuatan yang signifikan terjadi pada posisi pengelasan 1G baik material tebal 3 mm, 5 mm maupun tebal 8 mm.
KARAKTERISTIK PERFORMA MOTOR BENSIN PGMFI (PROGAMMED FUEL INJECTION) SILINDER TUNGGAL 110CC DENGAN VARIASI MAPPINGPENGAPIAN TERHADAP EMISI GAS BUANG Andik Irawan, Rizal Hakim Khaufanulloh Kosjoko
J-Proteksion Vol 1, No 1 (2016): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v1i1.191

Abstract

Mappingderajat pengapian pada sistem injeksi merupakan pengapian 3 dimensi dimana fungsi dari bukaan gas (TPS) dan putaran mesin (RPM) digunakan untuk menentukan derajat pengapian untuk proses pembakaran didalam silinder. Sistem pengapian 3 dimensi menghasilkan performa motor bensin yang signifikan, baik pada putaran rendah, putaran menengah maupun putaran tinggi. Sistem pengapian 3 dimensi juga menghasilkan kadar emisi gas buang yang sangat rendah dengan nilai lambda mendekati 1. Hasil pengujian maupun pembahasan performa dan emisi gas buang motor bensin 4 langkahPGMFI silinder tunggal 110 cc dengan 5 variasi mappingderajat pengapian (ecuvariasi 1, ecuvariasi 2,ecuvariasi 3, ecuvariasi 4 dan ecuvariasi 5) yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa nilai lambda emisi gas buang yang optimal terdapat pada ecuvariasi 1 sebesar 1,003 dengan daya rata-rata sebesar 3,669 HP, torsi rata-rata sebesar 7,738 N.m, tekanan efektif rata-rata mencapai 900,395 kPa, sfc terendahnya mencapai 0,032 kg/HP.jam, kadar emisi gas buang pada putaran mesin stasioner yaitu O2 15,54 g/Km, CO2 4,4 g/Km, CO 0,16 g/Km, NOx 0,027 g/Km dan HC 0,065 g/Km, pada putaran mesin menengah yaitu O2 14,2 g/Km, CO2 12,5 g/Km, CO 1,64 g/Km, NOx 0,037 g/Km dan HC 0,388 g/Km, pada putaran tinggi yaitu O2 15,1 g/Km, CO2 12,2 g/Km, CO 0,88 g/Km, NOx 0,037 g/Km dan HC 0,239 g/Km.Kata kunci:Mapping pengapian, kurva pengapian, ECU, derajat pengapian injeksi, emisi gas buang, lambda, torsi, daya, tekanan efektif rata-rata, sfc.
PENGARUH VARIASI BORING SILINDER LINER TERHADAP PERFORMA MOTOR 4 TAK 102CC Sandi, Febri Ari; Mufarida, Nely Ana; Kosjoko, Kosjoko
J-Proteksion Vol 2, No 1 (2017): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v2i1.2221

Abstract

Silinder bertujuan untuk meningkatkan performance mesin sepeda motor. Piston adalah komponen penggerak utama mesin yang sangat penting, dimana piston bergera kturun naik di dalam silinder membuat langkah hisap, kompresi, usaha dan langkah buang. Dua kemungkinan dilakukannya oversize yaitu untuk meningkatkan performance mesin dari yang sebelumnya atau akibat dari pemakaian motor dalam jangka waktu yang lama, sehingga terjadi keausan yang menyebabkan celah (clearence) antara piston dengan silinder. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Metode eksperimental yaitu metode yang digunakan untuk menguji atau desain baru dengan cara membandingkan Variasi silinder liner boring standart, silinder liner boring 0,50mm dan silinder liner boring 1,00 mm. Dari data hasil pembahasan performa motor 4 tak 102 CC yang diuji, telah mendapa tnilai rata-rata dari daya, torsi, dankonsumsi bahan bakar spesifik yang berbeda. Yaitu menggunakan boring silinder liner standart dengan daya 5,8 sedangkan untuk torsi 6,66 dan konsumsi bahanbakar specific 1,166 (L/h). Nilai yang diperoleh dari data hasil rata-rata menggunakan boring silinder liner 0,50 mm dengan daya 5,4 sedangkan nilai torsi 5,5 dan untuk bahan bakar spesifik 1,136 ( L/h). Sedangkan untuk nilai yang diperolehdari data hasil rata-rata menggunakan boring silinder liner 1,00 mm dengan daya 5,5 sedangkan nilai torsi 6,23 dan untuk bahan bakar spesifik 1,198(L/h).
PENGARUH DIAMETER ELEKTRODA TERHADAP UJI TARIK LAS SMAW Mihrozi, Moch Iqbal; Mufarida, Nely Ana; Kosjoko, Kosjoko
J-Proteksion Vol 2, No 2 (2018): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v2i2.2226

Abstract

Kekuatan hasil lasan dipengaruhi oleh besar busur, besar arus, kecepatan pengelasan, besarnya penembusan dan polaritas listrik. Penentuan besar arus dalam pengelasan ini mengambil tengah-tengah dari ukuran yang telah ditentukan yaitu 110 A. Pengambilan 110 A dimaksudkan sebagai pembanding dengan interval elektroda diatas. Pengujian tarik pada umumnya adalah parameter kekuatan, parameter kelihatan atau keuletan yang ditunjukkan dengan adanya persentase perpanjangan dan persentase kontraksi atau reduksi penampang. Dari data tabel dan diagram diatas dapat diketahui bahwa nilai rata-rata dari tensile strength tertinggi terdapat pada pengujian uji tarik menggunakan elektroda (2 mm) dengan nilai (223,654 Mpa) sedangkan menggunakan elektroda (2,6 mm) mengalami penurunan nilai rata-rata sebesar (40,654 Mpa) disebabkan oleh beberapa faktor terutama pada teknik pengelasan. Untuk nilai rata-rata upper yield strength tertinggi terdapat pada elektroda (3,2 mm) dengan nilai (30,647 Mpa) sedangkan nilai terendah terdapat pada elektroda (2 mm) dengan nilai (17,354 Mpa). Disebabkan karna hasil kekuatan las kurang sempurna.
PENGARUH KEDALAMAN PEMAKANAN TERHADAP KEBULATAN GEOMETRIK POROS HASIL BUBUT Kosjoko, Kosjoko
J-Proteksion Vol 3, No 1 (2018): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v3i1.2276

Abstract

Kerusakan bantalan (bearing) atau bantalan luncur akan menimbulkan panas, getaran atau kemacetan mesin. Kerusakan tersebut umumnya disebabkan oleh geometrik poros. Salah satu geometrik poros yang mempengaruhi kerusakan adalah kebulatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui kedalaman pemakanan (depth of cut) terhadap kebulatan poros hasil bubut. Penelitian menggunakan desain eksperimental faktorial dengan benda kerja baja lunak (mild steel), pahat Carbide jenis pahat kanan PCLNR1616H09, dengan variabel perubahan kedalaman pemakanan dipilih 0,3 mm, 0,6 mm, 0,9 mm, 1,2 mm, 1,5 mm. Hasil pengujian dan analisis menunjukkan bahwa kecepatan asutan, kedalaman pemakanan dan interaksi keduanya berpengaruh terhadap geometris kebulatan hasil bubut. Semakin tinggi kecepatan asutan dan semakin tebal kedalaman pemakanan, maka semakin besar penyimpangan yang terjadi. Penyimpangan kebulatan terkecil terjadi pada 0,016 mm, kecepatan pemakanan (Feed Rate) 0,070 mm/rev, kedalaman pemakanan 0,3 mm. Kebulatan terbesar 0,056 mm terjadi pada kecepatan pemakanan) 0,070 mm/rev dan kedalaman pemakanan 1,5 mm
PENGARUH VARIASI ARUS PENGELASAN SHIELD METAL ARC WELDING (SMAW) TERHADAP KEKUATAN TARIK PADA MATERIAL STAINLESS STEEL 304L Yaqin, Moh. Ainul; Mufarida, Nely Ana; Kosjoko, Kosjoko
J-Proteksion Vol 4, No 1 (2019): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v4i1.3016

Abstract

Proses pengelasan merupakan salah satu cara untuk menyambungkan dua bagian logam secara permanen dengan menggunakan energi panas yang diperoleh dari elektroda. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen dengan memvariasikan kuat arus pengelasan pada spesimen baja Stainlesss Steel 304L. Selain itu, pada proses pengelasan menggunakan model butt weld joint dengan alur berbentuk V tunggal. Dari hasil penelitian dan analisis data, dapat diketahui bahwa nilai uji tarik yang diperoleh mengalami kenaikan seiring dengan meningkatnya variasi kuat arus pengelasan. Pada variasi kuat arus 73 A diperoleh nilai uji tarik rata-rata sebesar 704 N/mm2. Untuk variasi kuat arus 78 A menghasilkan nilai rata-rata uji tarik sebesar 718 N/mm2. Dan variasi kuat arus 80 A menghasilkan nilai uji tarik tertinggi yaitu sebesar 804 N/mm2.
Co-Authors Abadi Sanosra Abadi, Taufan Abdul Rohman Aditya Dimas Pratama Aditya Dimas Pratama Aditya Wardana, Aditya Agus Surya S, M Ahmad Abi Sodik Aji Sangjoko Amelia novinda sari Amri Gunasti Ana Mufarida, Nely Andre, Irham Andrean Ardhi Fathoni Syam Putra Nusantara Ariyanto Ariyanto Ariyanto, Ariyanto Arta Abtian Fidhausi Alviyndin Asroful Abidin Atok Ainur Ridho Bagus Dwi Kurniawan, Bagus Dwi Bagus Novan Arianto Bintang Yudhistira Adi Wibowo David Maulana Dekiyanto Dwi Haryono Dendroimas Nandang Kaputra Dewi Amalia Din’go Ega Prayitno, Rachmad Djoko Sutikno Eko Budi Satoto Eko Budi Satoto Fajar Santosa, Muhammad Febri Ari Sandi Felani, Fran Nur Fendi Hermawan Feti Fatimah Fidhausi Alviyndin , Arta Abtian Finali, Asmar Firnanda Faiq Iswanto Fitriana Dina Rizkina Fran Nur Felani Galang Goldy Putra A.S.B Gery Retanubun Gilang, Aditya Gunawan, Arik Hairul Bahri, Mokh. Harum Tri Wahyudi Hawaij, Dedi Maulana Henik Prayuginingsih Hifni, Mada Naufal Ilham Maulana Indra Eka Prasetya Irawan, Moh Iskandar Umarie Iskandar Umarie Khoiri, Yasirul Kiki Kurniawan M. Wildanul Kahfi Mabrullah, Riki Alan Mega Lazuardi Umar Mega Wahyu Ramadhanita Mihrozi, Moch Iqbal Moch Iqbal Mihrozi Moch. Arif Wibowo Moch. Thoriqur Rahman Syah Mochammad Hairul Bahri Moh Fadil Moh. Ainul Yaqin Mohammad Sofianto Mufarida Nely Ana Mufarida, Nely Ana Muh Andrea Wahyu Muhammad Hazmi Muhammad Nabiil Hadiyyatullah Muhammad Zaenuri Muhammad Zainur Ridlo Muliyaddi, Muliyaddi Nanang Saiful Rizal Nely Ana , Mufarida Nely Ana Mufarida Nely Ana Mufarida Nurhalim Nurhalim Nurhalim Nurhalim Nurhalim Nurhalim, Nurhalim Nurlina, Ika Tyas Octa, Hakim Pranoto, Rachmad Adi Pratama, Mokhammad Yoga Priagung Sujud Prasetyo Pujo Priyono Pujo Priyono Purnawan, Gilang Putra, Dhian Wahana Rachmad Adi Pranoto Rafly Aulia Rachman Retanubun, Gery REZA FAHLEVI Rofi Amzamsyah Romadhon, Muhammad Firly Sandi, Febri Ari Saptya Prawitasari Seno Sumowo Shofiyah, Rohimatush Sholehuddin, Ilham Sodik, Ahmad Abi Sonief, Achmad As'ad Sultan Maulana Abdul Wahid Surahman, Andika Toha, Kamil Totok Dwi Kuryanto Ukasyah Shibghaturrahman Ulumudin, M Ikhya Wahyu, Muh Andrea Wahyudi, Harum Tri Wahyudi, Irfan Sholeh Widya Ratrifolia Wisnu Iqbal Yuniar Yaqin, Moh. Ainul Yasirul Khoiri Yayah Ikhda Nevia Zuhairi, Rafi