Kota yang ramah anak sangat terkait dengan penyediaan pariwisata yang ramah anak, di mana fasilitas dan infrastruktur yang aman dan menarik bagi anak-anak sangat penting. Sejak tahun 2010, Kota Denpasar telah berkomitmen untuk menjadi Kota Layak Anak, namun pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) di Kota Denpasar dan mengidentifikasi potensi Kota Denpasar sebagai Kota Layak Anak dengan Fokus Pariwisata Ramah Anak. Penelitian ini mengandalkan konsep potensi, daya tarik wisata, dan komponen 4A (Atraksi, Aksesibilitas, Fasilitas, dan Pelayanan tambahan) dalam analisisnya. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengambilan sampel secara purposif pada informan, dan wawancara semi-terstruktur memfasilitasi pengumpulan data. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Denpasar memiliki potensi sebagai Kota Layak Anak berdasarkan fakta bahwa kota ini telah memenuhi kriteria yang ditentukan, namun indikator pariwisata ramah anak di Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang menjadi lokasi penelitian belum sepenuhnya diterapkan dengan baik. Fasilitas seperti toilet, media informasi, dan CCTV masih memerlukan pemeliharaan yang lebih baik. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun Kota Denpasar memiliki potensi, diperlukan perbaikan signifikan dalam fasilitas pariwisata ramah anak untuk mengimplementasikan Kota Layak Anak.
Copyrights © 2024