Kota Semarang memiliki masalah terkait anak jalanan dan orang terlantar, salah satunya di Pondok Boro Trimulyo yang merupakan tempat tinggal bagi keluarga terlantar relokasi kawasan pasar Johar yang difasilitasi pemerintah Kota Semarang. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang belum baik pada penghuni pondok boro menjadi latar belakang pelaksanaan Program Kampung Boro Menuju Kampung SEHATI (Sehat dan Islami). Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan program SEHATI dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada umat sekaligus menguatkan aqidah, ibadah dan akhlaq melalui internalisasi nilai-nilai Islam. Pada kegiatan ini dilakukan edukasi yang kemudian dinilai dampaknya terhadap pengetahuan 46 orang perwakilan setiap keluarga pada warga pondok boro. Data pengetahuan dan perilaku dinilai sebelum dan sesudah pelaksanaan program menggunakan kuesioner dengan 10 soal untuk PHBS dan 15 soal untuk internalisasi nilai-nilai Islam. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis Chi Square menggunakan SPSS 17 for windows. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan Program Pondok Boro menuju Kampung SEHATI pada dua aspek yaitu aspek PHBS (p=0,033) dan aspek internalisasi nilai-nilai Islam (p=0,04). Sehingga dapat disimpulkan bahwa Program Pondok Boro Menuju Kampung SEHATI (Sehat dan Islami) memberikan pengaruh yang positif dan manfaat bagi warga Kampung Pondok Boro Kelurahan Trimulyo Kecamatan Genuk Semarang.
Copyrights © 2024