Krisis energi yang dimulai sejak pertengahan tahun 1970 memaksa manusia untuk memprioritaskan kembali manfaat dari pencahayaan alami. Menurut data dari International Energy Agency (2023) sektor bangunan memiliki persentase sebesar 30% dari total konsumsi energi global untuk kebutuhan pencahayaan dan penghawaan buatan. Lechner (2015) berpendapat bangunan sekolah seharusnya bisa mengurangi penggunaan pencahayaan buatan hingga 70%, dikarenakan rata-rata waktu belajar mengajar dilakukan saat matahari bersinar. Selain itu, pemanfaatan pencahayaan alami juga terbukti dapat meningkatkan performa belajar siswa. Mengingat Indonesia adalah negara beriklim tropis dengan potensi sinar matahari yang besar untuk dimaksimalkan pada sebuah bangunan sekolah. Namun pada realitanya masih banyak ruang kelas sekolah yang masih memiliki sistem pencahayaan alami yang kurang baik seperti Sekolah Dasar Islam Terpadu 6 Muhammadiyah Lhokseumawe. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa pencahayaan alami ruang kelas Sekolah Dasar Islam Terpadu Muhammadiyah 6 Lhokseumawe dengan menggunakan metode deskriptif evaluatif dengan pendekatan kuantitatif. Evaluasi dilakukan dengan pengukuran on site dengan alat lux meter untuk mengukur intensitas pencahayaan rata-rata setiap ruang kelas dan simulasi menggunakan software DIAlux Evo untuk mengukur distribusi pencahayaan alami setiap ruang kelas. Berdasarkan hasil evaluasi didapatkan hampir keseluruhan ruang kelas tidak memiliki performa pencahayaan yang sesuai ketentuan yang ada.
Copyrights © 2023