Lhokseumawe merupakan daerah yang berada di pesisir dengan suhu rata-ratanya itu 33?C yang dapat dikategorikan dengan suhu temperatur tinggi sehingga mayoritas masjid di Lhokseumawe sudah menggunakan pendingin ruang buatan sebagai alat untuk mengontrol kenyamanan termal. Berbeda halnya dengan Masjid AL-Hikmah Cunda yang masih memanfaatkan alam sebagai pengontrol kenyamanan termal yaitu dengan menggunakan bukaan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dengan penggunaan bukaan alami saat ini masih memungkinkan dapat mengontrol kenyamanan termal di Kota hokseumawe. Metode penelitian ini ialah metode kualitatif yaitu dengan pengukuran secara langsung ke objek penelitian nya. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampelnya hanya di beberapa titik ruang shalat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bangunan yang masih memanfaatkan potensi alam untuk mengontrol kenyamanan termal itu sangat di pengaruhi oleh bukaan baik dari segi dimensi, orientasi dan tipe ventilasinya.
Copyrights © 2024