Kota Lhokseumawe memiliki jalur utama yang terletak di pusat kota, dengan fungsi jalan ini sebagai jalur penghubung di dalam kota yaitu, Jalan Merdeka. Dimana pada sekitar lingkungan jalan ini memiliki ativitas sosial yang ramai, dan tidak sedikit juga masyarakat yang berkegiatan di ruang publik, terkhusus pada seputaran area pedestrian. Namun, meluasnya pembangunan yang menggunakan perkerasan, dan minimnya penyediaan peneduh dengan tingkat suhu udara yang tinggi pada kawasan ini menyebabkan ketidaknyamanan bagi pengguna pedestrian dan membuat pengguna menjadi enggan untuk melakukan aktivitas di ruang terbuka. Minimnya peneduh dan meningkatnya penggunaan material perkerasan menjadi isu utama dalam penelitian ini. Dengan mengggunakan metode kuantitatif dan perbandingan analisis perhitungan data. Dilakukan pada 8 titik pengukuran pada 3 rentang waktu yang berbeda, dengan hasil yang didapatkan bahwa area zona A yang terteduh oleh pepohonan memiliki suhu yang lebih rendah di banding dengan area yang tidak terteduh.
Copyrights © 2024