Pada abad keenam belas hingga abad kesembilan belas, negara Jepang sempat menutup diri dari dunia luar selama dua abad. Keluarga Tokugawa memberlakukan sebuah kebijakan isolasi yang disebut kebijakan Sakoku atau negara tertutup. Sakoku merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh Shogun Tokugawa Iemitsu yang pertama kali diterapkan pada tahun 1633 dan terus diberlakukan hingga tahun 1853. Pemberlakuan kebijakan ini dilatarbelakangi oleh anggapan para penguasa Jepang terhadap perilaku bangsa Belanda dan Portugis yang menimbulkan kekacauan di Jepang. Kebanyakan pengaruh dari negara asing dianggap akan mengancam tatanan dalam negeri yang dibilang sudah terencana. Salah satu ancaman yang dikhawatirkan mereka ialah masuknya agama Kristen ke Jepang. Dengan adanya pelarangan agama Kristen yang diberlakukan selama dua abad lamanya telah memberikan pengaruh besar bagi masyarakat Jepang. Masyarakat Jepang yang menganut agama Kristen mengalami penindasan dan hukuman yang berat. Masyarakat yang selamat dari penganiayaan menyembunyikan kekristenan mereka, yang disebut dengan kakure kirishitan.
Copyrights © 2023