Indonesia memiliki potensi yang besar pada sektor perikanan terutama pada sektor perikanan budidaya. Seiring dengan tingginya potensi perikanan budidaya maka diperlukan pula perhatian yang lebih baik pada aspek-aspek yang mendukung budidaya perikanan, seperti suhu, pH, dan kedalaman air. Pada penelitian sebelumnya, hasil pengukuran parameter tersebut belum tervalidasi dan terpengaruh oleh gangguan. Oleh karena itu, dilakukan studi mengenai penerapan metode filter digital yang meliputi filter Kalman, moving average filter, dan filter Hanning untuk menentukan dari ketiga metode filter tersebut manakah yang terbaik nilai akurasinya pada alat tersebut. Dengan menggunakan metode filter Kalman, moving average filter, dan filter Hanning, didapatkan hasil bahwa sensor HCSR-04 lebih cocok dengan filter Hanning dan moving average serta filter Kalman, sensor DS18B20 menggunakan filter Hanning, dan sensor pH 4502-C menggunakan moving average filterĀ dan filter Kalman.
Copyrights © 2024