Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak daun bayam merah (Amaranthus tricolor, L.) dan biji kacang polong (Pisum sativum, L.) terhadap struktur histologi hati, ginjal dan lambung tikus putih betina (Rattus norvegicus). Penelitian menggunakan tikus putih betina berumur 2 bulan dengan berat ±200gr sebanyak 20 ekor terbagi dalam empat kelompok yang terdiri atas 1 kelompok kontrol (P0) dan 3 kelompok perlakuan ekstrak (P1 25mg/kgBB bayam merah: 75mg/kgBB kacang polong, P2 50mg/kgBB bayam merah: 50mg/kgBB kacang polong, dan P3 75mg/kgBB bayam merah: 25mg/kgBB kacang polong). Setiap kandang terdiri 5 ekor tikus. Perlakuan dilakukan selama 21 hari. Data yang diamati berupa struktur histologi organ hati, ginjal dan lambung. Data kerusakan sel organ hati dan ginjal dianalisis menggunakan One Way Anova. Apabila terdapat pengaruh, dilanjutkan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Data organ lambung dianalisis secara deskriptif mengenai kerusakan struktur lapisan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak kombinasi daun bayam merah (Amaranthus tricolor, L.) dan biji kacang polong (Pisum sativum, L.) : (1) berpengaruh nyata (P0,05) terhadap jumlah sel hati tahap piknosis dan karioreksis, tetapi berpengaruh tidak nyata (P0,05) pada lisis, (2) berpengaruh nyata (P0,05) terhadap jumlah sel ginjal tahap piknosis, tetapi berpengaruh tidak nyata (P0,05) pada karioreksis dan lisis, (3) pada struktur lambung tidak menunjukkan perbedaan dari kondisi normal.Kata kunci: Ekstrak, Bayam, Kacang, Piknosis, Karioreksis
Copyrights © 2023