Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang diajarkan dengan modelpembelajaran matematika realistik (PMR) berbasis etnomatematika dengan siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran langsung. Penelitianyang menggunakan metode eksperimen semu (Quasi Eksperiment) dengan desain Randomized Two Group Design Post-test Only ini dilakukan diSMPN 2 Langke Rembong Manggarai NTT-Indonesia pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Melalui tehnik acak kelas dari 10 kelas dengan populasi 300 siswa, diperoleh 2 kelas sebagai subyek penelitian dimana kelas J sebagai kelompok eksperimen (n=30), dan kelas C sebai kelompok pembanding atau kontrol (n=30). Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada materi bangun ruang sisi datar adalah soal posttest berupa 15 soal pilihan ganda. Uji perbedaan rerata menggunakan uji-t setelah memenuhi uji asumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang mengikuti pembelajaran matematikarealistik berbasis etnomatematika lebih tinggi dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran langsung. Hasil ini memastikan pentingnya integrasi etnomatematika sebagai konteks pembelajaran matematika. Temuan ini menjadi rekomendasi bagi para guru dan praktisi untuk mengenbangkan kerangka didaktis pembelajaran matematika realistik terintegrasi etnomatematika dengan menambahkan unsur budaya unik yang ada disekitar siswa.
Copyrights © 2024