Riset ini dilakukan karena latar belakang belum pulihnya pertumbuhan ekonomi dunia akibat Covid-19, namun ada persolan baru terjadinya perang antara Rusia dan Ukraina ditambah cuaca ekstrim yang menyebabkan ketahanan pangan terganggu dan memperlambat ekspor non migas termasuk di Indonesia. Kegiatan perdagangan internasional ini mengalami penurunan pada tahun 2023, yang tidak terlepas dari pengaruh faktor penentu suku bunga pinjaman dan penyediaan bahan baku, penolong dari impor dalam bentuk utang luar negeri. Penelitian ini membahas tentang hubungan kasualitas antara variable suku bunga pinjaman dan jumlah utang luar negeri terhadap kegiatan pergadangan internasional di Indonesia. Teknik analisis regresi linier untuk membahas dan mengolah data sekunder jenis runtut waktu selama 29 tahun dari 1995-2023. Simpulan hasil penelitian ini, terdapat efek signifikan antara suku bunga dan utang luar negeri baik parsial maupun simultan terhadap kegiatan perdagangan internasional di Indonesia dengan kontribusi sangat besar di angka 84.80 persen. Dan ketika kegiatan perdagangan internasional mengalami penurunan, maka disarankan Bank Indonesia melakukan pengawasan stabilitas suku bunga pinjaman dengan bijaksana, dan pelaku usaha berbasis ekspor melakukan renegosiasi dalam penyediaan utang luar negeri agar persediaan bahan baku, penolong dari impor tidak tersendat, guna meningkatkan ekspor untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dalam menyejahterakan masyarakat di Indonesia
Copyrights © 2024