Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, bertujuan untuk memperoleh data dan informasi akurat tentang kandungan nilai moral pada tari Linda dalam ritual pingitan di Kabupaten Muna. Pengumpulan data digunakan dengan metode studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan nilai moral pada tari Linda dalam ritual pingitan di Kabupaten Muna yaitu pada tari Linda nilai perilaku/tingkah laku tersimbolkan pada ragam gerak tari Linda itu sendiri. Misalnya pada ragam gerak setangkekulubea dimana penari melakukan gerak dengan mendahuluhkan kaki kanan yang diikuti dengan kaki kiri, dimana artinya hendaklah khususnya gadis Muna mendahuluhkan hal yang positif terlebih dahulu. Pada nilai sopan santun juga tergambarkan pada ragam gerak tari Linda itu sendiri, dimana terdapat ragam gerak dimana penari duduk bersimpuh dan pandangan serta kepada ditundukkan kebawah. Hal ini mengartikan bahwa ketika gadis Muna sedang berbicara kepada yang lebih tua maka ia harus menundukan kepala serta arah pandangnya. Sedangkan pada nilai aturan/pedoman hidup tentang adat istiadat akan masyarakat di Kabupaten Muna tersimbolkan pada saat peserta pingitan yang mana setelah dipingit ia dapat menarikan tari Linda. Karena ketika gadis Muna dapat menarikan tari Linda maka ia dianggap suci dan bersih begitupun sebaliknya ketika gadis Muna yang telah dipingit namun tidak dapat menarikan tari Linda maka ia dianggap tidak suci
Copyrights © 2024