Kurikulum merdeka bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan potensi siswa melalui pembelajaran kelompok. Namun, kurikulum yang fleksibel ini memerlukan siswa untuk menyesuaikan waktu mereka dengan orang lain, yang dapat memakan waktu dan menyebabkan manajemen waktu yang buruk serta penundaan tugas akademik. Penundaan tugas akademik merupakan bentuk dari prokrastinasi akademik. Prokrastinasi akademik perlu diperhatikan oleh pihak sekolah untuk mengoptimalkan tugas yang dikerjakan oleh siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan perilaku prokrastinasi akademik pada siswa SMA X berbasis kurikulum merdeka di Jakarta Barat. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa SMA X di Jakarta Barat yang menggunakan Kurikulum Merdeka. Uji hipotesis dilakukan menggunakan analisis deskriptif, dengan hasil penelitian menemukan bahwa siswa SMA X memiliki prokrastinasi akademik yang tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan nilai mean empirik sebesar 3.60 > 3.00. Pada hasil penelitian ini, nilai prokrastinasi akademik yang tinggi ditandai dengan adanya rasa takut akan kegagalan dan adanya rasa malas dalam menghadapi tugas makalah. Tingginya prokrastinasi akademik mengimplikasikan bahwa pihak sekolah perlu mencegah perilaku tersebut dengan cara memberikan tugas atau kegiatan sekolah yang dapat membangun minat siswa, sehingga tidak merasa terintimidasi atau malas.
Copyrights © 2024