Internet merupakan sarana yang memudahkan penggemar dalam berkomunikasi dengan idolanya dan memunculkan sebuah hubungan parasosial yang berkembang menjadi sebuah bentuk pemujaan kepada selebriti yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan celebrity worship. Adanya kemudahan ini membuat penggunaan internet bisa dilakukan secara berlebihan dan berujung pada penggunaan internet yang bermasalah. Mahasiswa secara umum berada di rentang usia dewasa awal dan memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan pendidikan mereka. Chia dan Poo mengatakan bahwa fenomena celebrity worship semakin mendapatkan perhatian dari orangtua, pendidik, maupun peneliti komunikasi karena keterlibatan dari dewasa awal dengan selebritis hiburan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara celebrity worship dengan problematic internet use pada mahasiswa di Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-eksperimental dengan teknik sampling berupa criterion sampling. Partisipan penelitian adalah mahasiswa yang berdomisili dan berkuliah di Jakarta dan berada pada rentang usia 18 – 29 tahun. Pada penelitian ini, didapatkan hasil adanya korelasi positif dan signifikan antara celebrity worship dengan problematic internet use dengan nilai p = 0,000 < 0,005 dan nilai r = 0,474.
Copyrights © 2024