Kepadatan yang terjadi Pelabuhan saat ini yang berada di Tengah kota Samarinda sehingga sulit untuk dilakukan pengembangan dalam memenuhi sarana prasarana yang kurang antara lain: loket tiket, pemeriksaan keamanan, penunjang berupa retail, akses beratap dari terminal ke kapal berdasarkan hal tersebut melalui Pemerintah Kota Samarinda akan melakukan relokasi ke Kecamatan Palaran. Metode perancangan mencari data isu, data lapangan terkait fungsi, data literatur, kemudian dianalisa untuk memberikan alternatif-alternatif respon desain yang akan dipilih menjadi konsep perancangan baik bentuk, tapak, utilitas, ruang, dan struktur. Penerapan Arsitektur Perilaku pada perancangan antara lain: memisahkan fungsi untuk memfokuskan kegiatan penumpang dan mengurai kepadatan, pembagian zona di dalam bangunan yaitu zona umum dapat diakses semua orang, zona semi steril hanya untuk penumpang yang mempunyai tiket dan akan dilakukan pemeriksaan barang, zona steril area yang sudah melewati pemeriksaan tiket dan barang, dan melengkapi sarana prasarana untuk membentuk perilaku yaitu loket tiket, pemeriksaan barang dan orang, retail, dan akses beratap menuju kapal.
Copyrights © 2024