Pharmascience
Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Pharmascience

Profil Peresepan Obat Batuk pada Pasien Anak di Apotek di Kota Pontianak

Wahdaningsih, Sri (Unknown)
Untari, Eka Kartika (Unknown)
Liberti, Oktaviona Winda (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 Mar 2024

Abstract

Anak-anak adalah kelompok umur yang sering menderita batuk. Batuk dapat diatasi dengan obat batuk yang diperoleh melalui peresepan oleh dokter. Profil peresepan obat batuk bertujuan sebagai langkah awal mengetahui pola pengobatan batuk pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui profil peresepan obat batuk yang diberikan kepada anak di tiga Apotek Kota Pontianak pada periode Januari-Desember 2020 yang meliputi kelompok umur, golongan obat, bentuk sediaan, kekuatan sediaan, dan aturan pakai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan teknik total sampling, sehingga diperoleh 160 lembar resep.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa golongan obat batuk yang diresepkan adalah mukolitik sebesar 53,75% (86 lembar), ekspektoran 42,5% (68 lembar), dan antitusif 15% (24 lembar). Bentuk sediaan yang diresepkan adalah puyer sebesar 59,38%, sirup 23,75%, drop 6,25%, tablet 5%, kapsul 1,25%, dan campuran (lebih dari 1 sediaan) 4,38%. Aturan pakai yang dicantumkan pada resep adalah tiga kali sehari sebesar 73,12%, dua kali sehari 16,25%, dan empat kali sehari sebesar 5,652% dengan lama terapi terbanyak adalah 5 hari. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa golongan mukolitik yang terbanyak diresepkan sehingga menggambarkan batuk produktif adalah gangguan pernafasan yang paling banyak dialami oleh anak, serta sediaan puyer adalah salah satu jenis sediaan yang ditujukan pada kelompok usia anak. Kata kunci: Batuk, Anak-anak, Peresepan, Resep, Apotek Children are the age group who often suffer from cough. The cough can be overcome with anti-cough which was obtained through a prescription by a doctor. The anti-cough prescribing profile is purposed as an initial step to establish the therapy of cough among children. This study aims to obtain the profile of anti-cough in children’s prescriptions at 3 pharmacies in Pontianak from January-December 2020 which includes patient age group, drug class, dosage form, dosage strength, and drug use rules. This study is a descriptive-observational study using a total sampling technique with the result that 160 prescribes were collected. The results show that the mucolytic agents were the most prescribed for 52,5% (86 prescriptions), expectorant for 42,5% (68 prescriptions), and antitussive for 15% (24 prescriptions). The pulveres were the most dosage form that were given to children at 59,38%, followed by syrup, drop, tablet, capsule, and more than one dosage form was given respectively 23,75%, 6,25%, 5%, 1,25%, and 4,38%. The usage rule written in the prescription are three times a day at 73,12%, twice a day at 16,25%, and four times a day at 5,625% with the longest duration of therapy is 5 days. Based on the results, it can be concluded that mucolytics were the most prescribed to children in order to manage the productive cough that can be assumed it was the most experienced respiratory disorder symptom by children. In addition, pulveres was one of the appropriate dosage form addressed to children.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

pharmascience

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

Jurnal Pharmascience memuat naskah hasil penelitian dan artikel review bidang kefarmasian. Naskah dapat berasal dari mahasiswa, dosen, peneliti, dan lembaga riset. Setiap naskah yang diterima redaksi Jurnal Pharmascience akan ditelaah oleh Mitra Bebestari dan Anggota Redaksi. Jurnal Pharmascience ...