Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana model manajemen posyandu dalam pendampingan mengatasi masalah stunting. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari berbagai elemen masyarakat Lombok Timur di 10 desa yang terdampak stunting. Hasil penelitian menunjukkan kesiapan dalam memberikan makanan berupa protein hewani sebagai berikut: pelaku dunia usaha dan industri 63,6%, lembaga pendidikan 83,3%, masyarakat umum 72,7%, tokoh agama/masyarakat 62,5%. Simpulan dari manajemen pendampingan stunting menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam memberikan protein hewani dari berbagai elemen masyarakat, yang didistribusikan setiap bulan dan dikelola oleh kader Posyandu. Kata Kunci: Manajemen Posyandu, Pendampingan, Stunting.
Copyrights © 2024