Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta semakin meningkatnya jumlah ibu tunggal di Indonesia. Posisi ibu tunggal menjadi dilematis. Pertama, karena menjadi ibu tunggal bukanlah suatu keinginan. Kedua, para ibu tunggal memiliki beban, di samping harus memenuhi kebutuhan ekonomi, juga menjalankan rumah tangga sehari-hari. Di sisi lain, dominasi budaya patriarki selalu menghadang ibu tunggal. Di mulai dari akses sumberdaya ekonomi sampai stigma lingkungan. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis, pendekatan kualitatif dan studi kasus tunggal instrumental. Informan empat ibu tunggal menceritakan dialog/hubungan mereka dengan keluarga, teman dan lingkungan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan penelusuran dokumen. Hasil penelitian menunjukkan, dua kategori dialektika relasional telah terjadi di keluarga, teman, dan lingkungan ibu tunggal. Dialektika internal pada negosiasi identitas, resiliensi, dan artikulasi rasional kebebasan serta dialektika eksternal pada konflik peran, sublimasi dukungan, dan semangat berbagi. Kebaruan penelitian ini adalah menciptakan model dialektika ibu tunggal dialektika adaptif untuk keluarga, teman dan lingkungan.
Copyrights © 2023