Majalah Farmaseutik
Vol 19, No 4 (2023)

Pengaruh Pemberian Inhalasi Budesonid/Formoterol Fumarat Dibandingkan Dengan Flutikason Propionat/Salmeterol Xinafoat pada Rehospitalisasi Pasien PPOK di RS Paru Respira

Yulianti, Eni (Unknown)
Probosuseno, Probosuseno (Unknown)
Ikawati, Zullies (Unknown)



Article Info

Publish Date
08 Jan 2024

Abstract

Pencegahan rehospitalisasi terkait PPOK merupakan prioritas di dunia untuk memperlambat progresi penyakit. Pengontrol gejala PPOK yaitu kombinasi ICS/LABA sering digunakan, diantaranya adalah inhalasi budesonid/formoterol fumarat dan flutikason propionat/salmeterol xinafoat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian inhalasi budesonid/formoterol fumarat terhadap kejadian rehospitalisasi pasien terkait PPOK dalam 6 bulan jika dibandingkan dengan inhalasi flutikason propionat/salmeterol xinafoat. Penelitian observasional dengan desain kohort retrospektif ini mengggunakan sampel data RM pasien post-ranap RS Paru Respira periode KRS 1 Januari 2019-31 Desember 2020. Pengaruh penggunaan kedua obat inhalasi terhadap kejadian rehospitalisasi terkait PPOK dalam 6 bulan setelah KRS dianalisis dengan survival analysis Kaplan-Meier test. Pengaruh variabel perancu terhadap outcome dianalisis dengan Cox Proportional Hazard Model. Pada penelitian diperoleh sebanyak 190 sampel yang terbagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok inhalasi Bud/Form (n=95) dan kelompok inhalasi FP/Salm (n=95).  Hasil survival analysis menunjukkan persentase yang lebih besar pada inhalasi Bud/Form (87,4%) dibanding pada inhalasi FP/Salm (83,2%) namun tidak berbeda bermakna (p value 0,442). Analisis multivariat dengan melibatkan pengaruh variabel perancu menunjukkan penurunan hazard namun tidak bermakna pada penggunaan inhalasi Bud/Form dibanding FP/Salm (HR 0,689; 95% CI 0,313-1,517; sig. 0,355). Sebagai kesimpulan, persentase ketahanan terhadap rehospitalisasi terkait PPOK dalam 6 bulan pada penggunaan inhalasi budesonid/formoterol fumarat lebih besar dibanding pada penggunaan inhalasi flutikason propionat/salmeterol xinafoat tanpa beda bermakna. Kedua sediaan inhalasi ICS/LABA tersebut tetap dapat direkomendasikan sebagai terapi pengontrol pada pasien dengan PPOK.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

majalahfarmaseutik

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social ...