Rendah literasi Indonesia menurut data PISA (Program for International Student Assessment) yang dirilis oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019, merupakan fakta mengejutkan yang perlu mendapat perhatian serius dari akademisi Indonesia. Disebutkan bahwa Indonesia menempati ranking ke 62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah. Literasi tidak hanya berkaitan dengan keterampilan membaca tapi juga menalar. Oleh karena itu, pada tahun 2021 muncullah soal hot yang menuntut keterampilan siswa untuk memiliki daya nalar tinggi. Agar bisa menciptakan soal hot sebagai bentuk tes untuk mengukur penguasaan materi sekaligus daya nalar siswa, guru dituntut untuk mampu manulis dengan baik. Baik dalam hal bahasa, dan baik dalam bernalar (berlogika). Masalah ini mendorong pengabdi untuk melakukan pelatihan menulis materi ajar untuk meningkatkan literasi menulis guru ekonomi SMA Se-Kota Pekanbaru dengan metode PAR (Participatory Action Research). Berdasarkan hasil dan pelaksanaan pelatihan menulis materi ajar untuk meningkatkan literasi menulis guru ekonomi SMA Kota Pekanbaru, dapat disimpulkan bahwa literasi menulis guru ekonomi SMA Kota Pekanbaru meningkat secara signifikan. Pada tahap akhir tampak bahwa menulis tidak lagi hal yang canggung untuk dilakukan peserta. Pada tahap pertama terjadi kesalahan dalam jumlah besar dalam hal EYD, tata kalimat, bahasa baku, dan pola penalaran dalam penyampaian gagasan. Setelah pelatihan, hanya terjadi kesalah dalam jumlah yang kecil pada sebagian kecil peserta mengenai EYD dan tata kalimat. Sedangkan pada pola penalaran dan penggunaan bahasa, tidak lagi ditemukan kesalahan, sehingga tinggt keterbacaan materi ajar yang ditulis guru ekonomi SMA Kota Pekanbaru menjadi jauh lebih baik.
Copyrights © 2023