Autisme merupakan gangguan perkembangan pervasive dengan ditandai adanya kegagalan dalam berhubungan dengan orang lain yang dikarenakan adanya keterbatasan bahasa, perilaku motorik yang terganggu, dan gangguan intelektual. Autisme dilengkapi dengan perilaku hiperaktivitas yang menyebabkan anak dengan gangguan tersebut memiliki ketahanan duduk yang rendah dengan jangka waktu yang lama. Dimana duduk dengan tenang merupakan modalitas salah satunya dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Perilaku yang timbul ditandai dengan perilaku memukul meja, bertepuk tangan yang keras, menghentakkan kaki, dan berteriak sehingga dapat mengganggu anak dalam kegiatan belajar mengajar. Sehingga dalam upaya untuk meningkatkan ketahanan duduk anak dengan gangguan autisme dilakukan metode Research and Development (R&D) yang mengacu pada model ADDIE, yaitu Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi dengan media maze dengan pengumpulan data yaitu observasi, tes, dan dokumentasi. Rendahnya ketahanan duduk anak dalam kegiatan belajar mengajar di kelas menjadi tantangan karena ketahanan duduk pada anak merupakan modalitas dalam melakukan kegiatan belajar mengajar. Hasil pengabdian ini diharapkan anak dengan gangguan autisme dapat meningkatkan ketahanan duduk anak dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.
Copyrights © 2024