Darurat pandemic covid-19 secara resmi sudah dicabut oleh Kementerian Kesehatan dunia (WHO) pada tahun 2022. Hal ini mengakibatkan pembelajaran yang semula dilaksanakan melalui daring ataupun hybrid sudah berganti lagi menjadi pembelajaran secara luring khususnya di jenjang sekolah dasar. Kondisi tersebut menuntut pendidik agar selalu siap dalam melaksanakan pembelajaran. Akan tetapi muncul sebuah permasalahan yang dialami oleh guru yakni kurang menguasai strategi pengembangan media khususnya dalam menyesuaikan dengan pembelajaran yang diterapkan. Hal tersebut menjadikan peneliti untuk melakukan pendampingan dalam pengembangan media. Media yang dikembangkan adalah komik elektronik (e-comic) dengan tema cita-citaku. Tema ini dipilih karena berdasarkan hasil analisis analisis awal dibutuhkan media sebagai perantara dalam menyampaikan materi cita-citaku. Metode yang diguanakan dalam kegiatan ini adalah workshop dan pendampingan bagi guru-guru. Hasil pelaksanaan pengabdian adalah 87,5% guru merasakan ada penambahan wawasan tentang penelitian di sekolah dasar. Peserta pendampingan juga sangat setuju jika penyajian materi yang diberikan oleh tim PGSD sangat interaktif terbukti dengan hasil kuisioner 87,5%. Pemahaman tentang inovasi media pembelajaran sebesar 90% dan pemahaman inovasi pemebelajaran setelah pendampingan sebesar 90%. Dengan demikian guru dapat melakukan hilirisasi inovasi pengembangan e-comic pasca pendampingan dan lebih inovatif lagi dalam pengembangan media yang lainnya sesuai dengan metode pembelajaran yang dilaksanakan.
Copyrights © 2024