Proses pembelajaran menjadi salah satu tantangan yang dihadapi mitra sekolah dasar di Kecamatan Modayag Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Pengajaran matematika pada dasarnya masih berpusat pada guru, berdasarkan observasi yang dilakukan di SD Negeri 1 Purwerejo dan SD Negeri 1 Purwerejo Timur. Selain itu, proses pembelajaran memberikan lebih banyak pengetahuan dari pengajar kepada peserta didik. Kebanyakan komunikasi masih bersifat sepihak. Selain itu, matematika biasanya diajarkan kepada siswa secara abstrak tanpa ada kaitannya dengan situasi nyata. Selain itu, ia mengklaim permasalahan ini muncul di sebagian besar SD di Kecamatan Modayag berdasarkan percakapan dengan salah satu kepala sekolah. Mengingat rincian ini dan hasil diskusi mitra, diperlukan inovasi pembelajaran. Untuk membangkitkan minat siswa terhadap matematika, produk baru harus menjembatani mata pelajaran tersebut dan pengalaman mereka sehari-hari. Salah satu konsep yang dapat digunakan adalah Pendidikan Matematika Realistis Indonesia (PMRI). Untuk menerapkan pembelajaran matematika nyata di kelas, kegiatan sains dan teknologi untuk masyarakat diciptakan melalui lokakarya, bahan ajar, dan dukungan guru. PKM dimulai dengan pembelajaran PMRI, kemudian ujian terhadap peserta didik, kurikulum, sumber daya, media, dan skenario dunia nyata terkait. Pelatihan dilaksanakan di SD Negeri 1 Purwerejo Timur dan dilanjutkan dengan pendampingan pembuatan bahan ajar berbasis PMRI. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah: Guru di sekolah mitra memahami prinsip dan ciri pembelajaran PMRI; (1) Aksesibilitas sumber daya pembelajaran, antara lain RPP, LAS, dan soal-soal ujian yang berasal dari pembelajaran PMRI, (2) Media dan perangkat lunak yang tersedia untuk menggambarkan ide-ide matematika yang umum.
Copyrights © 2024