Kurikulum Merdeka dirancang sebagai bagian dari upaya Kemendikbudristek untuk mengatasi krisis belajar yang telah lama kita hadapi, dan menjadi semakin parah karena pandemi. Krisis ini ditandai oleh rendahnya hasil belajar peserta didik, bahkan dalam hal yang mendasar seperti literasi membaca. Krisis belajar juga ditandai oleh ketimpangan kualitas belajar yang lebar antar wilayah dan antar kelompok sosial-ekonomi. pemulihan sistem pendidikan dari krisis belajar tidak bisa diwujudkan melalui perubahan kurikulum saja. Diperlukan juga berbagai upaya penguatan kapasitas guru dan kepala sekolah, pendampingan bagi pemerintah daerah, penataan sistem analisis, serta infrastruktur dan pendanaan yang lebih adil. Namun kurikulum juga memiliki peran penting. Kurikulum berpengaruh besar pada apa yang diajarkan oleh guru, juga pada bagaimana materi tersebut diajarkan. Karena itu, kurikulum yang dirancang dengan baik akan mendorong dan memudahkan guru untuk mengajar dengan lebih baik.Kurikulum Merdeka akan terus disempurnakan berdasarkan analisis dan umpan balik dari berbagai pihak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi kurikulum Merdeka di satuan pendidikan khususnya di SMKN 4 Sijunjung yang telah melaksanakan kurikulum Merdeka di tahun kedua.Penelitian ini untuk menjawab permasalahan bagaimana kurikulum Merdeka dilaksanakan di SMKN 4 Sijunjung?Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan wawancara dan sudy dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih perlu perbaikan, peningkatan dan pembinaan baik untuk pendidik maupun tenaga kependidikannnya serta peningkatan sarana prasarana
Copyrights © 2023