Artikel ini hendak menjelaskan tentang peran perempuan kelapa keluarga dalam proses perencanaan di desa. Peran perempuan keluarga ini penting karena secara sosial, perempuan kepala keluarga selalu berada dalam kelompok marginal. Kelompok marginal selalu menjadi kelas obyek dalam setiap pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research sebagai wujud antipositivisme. Pendekatan ini memungkinkan kelompok marginal perempuan kepala keluarga diposisikan sebagai subyek dalam perubahan sosial. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa perempuan kepala keluarga sejatinya memiliki distingsi dalam proses perubahan sosial. Dalam proses perecanaan partisipatif di desa Pandansari Senduro Lumajang, perempuan terlibat dalam proses perencanaan melalui forum musyawarah desa. Perempuan juga terlibat hingga proses pelaksaan program yang memungkinkan menciptakan inklusi sosial di desa.
Copyrights © 2023