Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Modernisasi Pesantren; Upaya Rekonstruksi Pendidikan Islam Ahmad Ihwanul Muttaqin
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2014): AGUSTUS (Terbit secara daring sejak Februari, 2015)
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakpuasan atas hasil pendidikan yang berbau barat sebagai imbas dari globalisasi dan modernisasi, melahirkan harapan besar umat muslim untuk mengangkat model dan pola pendidikan Islam sebagai solusi alternatif pengganti paradigma pendidikan Barat. Sementara itu, pendidikan Islam diyakini mampu mengintegrasikan ketiga dimensi kemanusiaan ke dalam satu bingkai konstruksi integral dan saling menunjang, yaitu visi Ilahiyah, nilai-nilai spiritual, dan nilai-nilai material. Lembaga pendidikan yang tepat untuk hal ini adalah Pondok Pesantren. Namun demikian untuk mewujudkan pendidikan Islam yang ideal maka mutlak diperlukan pembaruan-pembaruan dalam berbagai dimensi. Cita-cita mewujudkan pendidikan Islam ideal baru bisa dicapai bila ada upaya membangun epistemologinya. Sebab problem utama pendidikan Islam adalah problem epistemologinya. Epistemologi pendidikan Islam perlu dirumuskan secara konseptual untuk menemukan syarat-syarat dalam mengetahui pendidikan berdasarkan ajaran-ajaran Islam. Dalam hal ini, pondok pesantren harus mampu merumuskan peran di tengah arus modernisasi yang sudah tentu harus komprehensip dan holistic. Artinya, harus kental dengan aroma keislamannya dan tidak acuh dengan perubahan modernisasi, serta mampu mengartikulasikan perkembangan zaman dalam rangka merespon dan menjawab segala problemnya. Dalam konteks ini Abdurrahman Wahid dan Nurcholis Madjid mampu memberikan terobosan untuk sekedar membuat poros perubahan pada diri Pondok pesantren baik kurikulum, kepemimpinan maupun kelembagaan.
Dinamika Islam Moderat Ahmad Ihwanul Muttaqin; Syaiful Anwar
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12 No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v12i1.350

Abstract

Artikel ini hendak melihat upaya yang dilakukan oleh LP. Ma’arif NU Lumajang dalam melakukan penyebaran dan penanaman Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah di lingkungan lembaga pendidikan di bawahnya. Penyebaran dan penanaman dilakukan untuk mengantisipasi maraknya gerakan Islam radikal di Lumajang. Sejatinya, Islam di Indonesia masuk dan disebarkan melalui pendekatan damai, namun dalam prosesnya yang panjang, Islam di Indonesia mulai berubah sejak berdatangan faham Islam yang ‘baru’ atau Islam radikal transnasional yang menunjukkan signifikansi perbedaan dengan faham Islam lokal. Penelitian ini menggunakan field research (penelitian lapangan) dengan pendekatan kualitatif. Kesimpulan penelitian ini menyebutkan bahwa proses penyebaran yang dilakukan oleh LP. Ma’arif NU Lumajang terhadap lembaga pendidikan di bawahnya antara lain dengan mewajibkan materi Aswaja sebagai muatan lokal, melakukan pelatihan Aswaja secara periodik, menggelar kompetisi olimpiade Aswaja untuk mengasah kemampuan kognitif peserta didik tentang Aswaja, memberikan majalah AULA di setiap madrasah secara gratis, istighotsah di setiap koordinator kecamatan, serta melakukan pembiasaan ziarah wali setiap tahun dengan stakeholder yang tergabung.
Kiai Langgar sebagai Episentrum Pendidikan Islam Masyarakat Desa Meninjo Ranuyoso Lumajang Robiatul Adawiyah; Ahmad Ihwanul Muttaqin
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13 No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v13i1.606

Abstract

Artikel ini hendak mengungkapkan peran Kiai Langgar yang dalam berbagai riset tidak banyak diulas dalam berbagai penelitian sebagaimana Kiai Pesantren. Langgar sebagaimana disebutkan dalam berbagai literatur menjadi penyokong dan penguat pendidikan Islam di level akar rumput. Bahkan, langgar menjadi entrypoint masuknya pendidikan Islam untuk masyarakat yang ingin belajar Islam, jauh sebelum pesantren. Penelitian ini dilakukan di Desa Meninjo Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang dengan pendekatan kualitatif untuk memperdalam hasil temuan. Dari hasil penelitian, didapati kesimpulan sebagai Kiai Langgar memiliki peran yang cukup signifikan antara lain sebagai sarana meningkatkan keimanan masyarakat, penjaga moral dan nilai ke-Islaman di masyarakat hingga menjadi gerbang masuknya ilmu pengetahuan Islam yang akhirnya menjadi norma yang disepakati bersama di tengah-tengah masyarakat. Respon masyarakat terhadap peran Kiai Langgar juga beragam. Tetapi keseluruhan masyarakat menjadikan Kiai Langgar sebagai sosok yang sentral dalam berbagai dinamika kehidupan. Peran inilah yang menjadikan Kiai Langgar sebagai episentrum pendidikan Islam. Kata kunci: Kiai langgar, pendidikan Islam
Development Strategy Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Sekolah Formal Lukman Nul Hakim; Ahmad Aziz Fanani; Ahmad Ihwanul Muttaqin
Nusantara Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/njis.2022.3.1.59-72

Abstract

The existence of Islamic Religious Education in SMP Negeri 2 Jember has not changed the situation much. This is due to the dichotomy of education system, caused by general lessons that subordinate Islamic Religious Education, so that religious teachers lose the guts to continue to develop Islamic Religious Education strategies, even if sometimes the potential exists. So there needs to be a form of a reliable strategy, in order to attract students' interest in learning religion. In this regard, the discussion in this journal discusses the school's strategy in developing Islamic education at SMP Negeri 2 Jember. The research method used in this research is qualitative. This research is a case study, because this research is carried out intensively, in detail and fundamentally about an institution that projects educational development strategies. The results of this study indicate that SMP Negeri 2 Jember concentrates on learning PAI. This is evidenced by the various efforts made for the success of school strategies in improving PAI learning in public schools on a macro basis.
Konstruksi Budaya Pendidikan Pesantren Ahmad Ihwanul Muttaqin; Rif'an Khumaidi
Nusantara Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/njis.2023.4.1.18-31

Abstract

Budaya pesantren memang tidak habis-habisnya dikaji oleh para pakar. Bukan karena keunikannya saja, namun kebertahanan sebagai budaya organisasi kelembagaan pendidikan. Pesantren sebagai lembaga pendidikan telah memastikan diri sebagai satu-satunya lembaga yang memiliki kekuatan budaya di masyarakat. Artikel ini menganalisis konstruksi budaya kuatnya. Fokusnya adalah akar, elemen, karakteristik hingga right value yang terbentuk. Seluruh dikaji dengan metode library research. Dari analisi literatur yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa akar budaya pesantren memadukan tasawuf dan lokal budaya. Hal demikian terlihat dalam elemen budaya seperti santri, kiai, asrama dan kitab kuningnya. Tidak jika karakteristiknya mengarah pada persatuan, kemandirian dan kemerdekaan. Hal demikian karena norma yang tercipta dipengaruhi oleh Ahlu al-Sunnah wa al-Jama’ah, sufistik dan kiai sentris
Rekonstruksi Spirit Harmoni Agama di Daerah Rawan Konflik dengan Pendekatan Participatory Action Research Haidar Idris; Ahmad Ihwanul Muttaqin
Khidmatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian Penerbitan Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v2i2.1707

Abstract

Artikel ini hendak menjelaskan tentang dinamika pendampingan di daerah rawan konflik agama. Konflik dengan tendensi agama seringkali muncul di daerah yang memiliki diaspora etnis dan agama yang beragam. Hal ini pula yang terjadi di Desa Sidomulyo Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang, sebuah daerah dengan keragaman agama yang cukup merata. Pendampingan dilakukan untuk mewujudkan harmonisasi agama dengan pendekatan perubahan kesadaran dari masyarakat (grassroot). Pendampingan masyarakat menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Dimana dalam keselurahan proses pendampingan dari penelusuran problem hingga pemecahan masalah bersifat partisipatif. Hal ini memungkinkan harmonisasi agama terjadi dengan didahului oleh perubahan kesadasaran dan keterlibatan berbagai stakeholders dalam proses pelaksanaannya secara partisipatif. Dari hasil pendampingan didapati kesimpulan bahwa dalam mewujudkan harmonisasi agama masyarakat menggunakan dua pendekatan yakni melakukan kegiatan kebudayaan secara bersama dan kegiatan sosial secara bersama-sama. Kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama antara lain kenduri desa, pawon urip, pembentukan kelompok seni Gita Iswara Campursari dan kemah lintas agama yang direncanakan bersama dengan Forum Komunikasi Umat Beragama.
Pendampingan Lingkungan Beriman (Bersih Indah Nyaman) dalam Menumbuhkan Jiwa Sosial Cinta Kebersihan di Desa Alun-alun Kecamatan Ranuyoso Lumajang Nurhafid Ishari; Ahmad Ihwanul Muttaqin
Khidmatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): November
Publisher : Lembaga Penelitian Penerbitan Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v3i1.2017

Abstract

Artikel ini merupakan hasil pendampingan kepada masyarakat di desa Alun-alun Kecamatan Ranuyoso Lumajang. Problematika yang dihadapi masyarakat di sana berdasarkan FGD adalah sampah. Sampah meskipun benda kecil dapat membuat selokan tersumbat, lingkungan bau dan tidak sedap dipandang. Apabila selokan tersumbat dapat menyebabkan rumah warga tergenang air saat hujan. Terutama sampah di lingkungan dusun Krajan 2 mengalami kondisi darurat karena banyak jenis sampah seperti plastik, daun, dan kotoran sapi yang masih berserakan. Ada beberapa faktor penyebabnya antara lain tidak adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Akar dari masalah yaitu vakumnya kerja bakti yang dulu pernah diadakan sekarang sudah tidak dilaksanakan lagi. Kesimpulan dari hasil pendampingan adalah kesepakatan wakrga untuk membuat program kerja bakti dengan tema Lingkungan Beriman (Bersih Indah Nyaman). Program Kerja Bakti direncanakan dilakukan rutin pada hari Minggu.
Pergantian Saluran Pipa Air untuk Memperlancar Aliran Air di Desa Kandangan Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang Ahmad Ihwanul Muttaqin; Muhammad Ardy Zaini
Khidmatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020): November
Publisher : Lembaga Penelitian Penerbitan Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v1i1.2300

Abstract

Air adalah sumber kehidupan yang utama karena segala aktifitas membutuhkan adanya air. Dan jika adanya air tidak lancar, akan menganggu seluruh aktifitas masyarakat. Ketidaklancaran air bisa disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya terlalu kecilnya saluran air yang menyebabkan aliran air juga kecil, sedangkan pengguna air sangat banyak, dan dalam hal ini terjadi ketidakseimbangan antara fasilitas air dan pengguna. Sedangkan yang menjadi permasalahan masyarakat adalah tidak adanya biaya untuk memperbesar ukuran pipa. Karena akar permasalahan inilah kurang lancarnya saluran pipa air masih belum bisa teratasi, dan masyarakatpun tidak ada yang berinisiatif untuk bermusyawarah menyelesaikan masalah ini. Kemudian peneliti sebagai fasilitator berupaya menghubungkan antara pihak penyalur air dan pemerintah. Menurut informasi dari pak mudin dusun Banjar Sawah, ternyata pemerintah akan memberikan bantuan Instalasi Pipa jika terdapat struktur kepengurusan pengelolahan air. Maka fasilitator melakukan pendampingan dalam pembuatan struktur kepengurusan dengan cara mengumpulkan seluruh masyarakat penyalur air untuk bermusyawarah dalam pemilihan kepengurusan pengelolahan air. Setelah kepengurusan terpilih langkah selanjutnya adalah pendampingan pembuatan proposal pengajuan Instalasi air. Setelah pengajuan proposal selesai dan disetujui langkah selanjutnya adalah merencanakan persiapan kerja bakti pergantian pipa saluran air. Melihat lamanya proses pergantian pipa saluran air, maka diperlukan pendampingan lanjutan untuk menjaga semangat masyarakat dalam menyelesaikan pergantian pipa saluran air.
Internalization of The Educational Value of Salaf and Kholaf Pesantren: a Comparative Study Between Pesantren An-Nur and Bahjatul Ulum Probolinggo Ahmad Ihwanul Muttaqin
Risalatuna: Journal of Pesantren Studies Vol. 1 No. 1 (2021): JANUARY
Publisher : Pesantren and Community Development Studies - Islamic Institute of Syarifuddin, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/rjps.v1i1.1245

Abstract

Artikel ini dilatarbelakangi karena adanya fenomena yang terjadi di tengah masyarakat saat ini, seperti tindak kekerasan antar pelajar, pelajar dengan masyarakat, kehidupan masyarakat yang konsumtif, dan lain-lain. Tujuan artikel ini untuk mendeskripsikan pengembangan nilai pendidikan karakter pesantren An-Nur dan pesantren Bahjatul Ulum. Fokus artikel ini adalah untuk mengetahui internalisasi nilai pendidikan karakter apa saja yang dikembangkan di pondok pesantren An-Nur dan Pondok Pesantren Bahjatul Ulum Probolinggo dan bagaimana proses internalisasinya serta hambatan yang terjadi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kesimpulannya adalah bahwa nilai karakter yang dikembangkan di kedua pesantren sanagat bervariasi diantaranya: mandiri, peduli, tanggung jawab. Pelaksanaan pendidikan karakter di Pondok Pesantren An-Nur dilakukan melalui proses pengajian dan kultur pesantren, sedangkan di Pondok Pesantren Bahjatul Ulum dilakukan melalui proses pembelajaran pengembangan diri, ekstrakulikuler pesantren. Hambatan/kendala yang dihadapi dalam penerapan nilai karakter di pesantren yakni: pertama, kendala dari internal pesantren, kedua, kendala dari santri, ketiga, kendala dari lingkungan.
The Application of Qiroati Method in Learning to Read Qur'an on Elementary Students in Pesantren Abu Fayyad At-Tijaniy Al-Islami Randuagung Lumajang Ahmad Ihwanul Muttaqin
Risalatuna: Journal of Pesantren Studies Vol. 1 No. 2 (2021): JULY
Publisher : Pesantren and Community Development Studies - Islamic Institute of Syarifuddin, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/rjps.v1i2.1251

Abstract

Metode qiroati adalah metode belajar membaca Al-Qur’an yang menekankan langsung pada latihan membaca. Pesantren Abu Fayyat Atijani Al Islami Tunjung Randuagung Lumajang merupakan pesantren tradisional yang hingga saat ini masih menerapkan metode tersebut dan dikhususkan kepada pemula atau santri yang belum bisa membaca Al-Qur’an. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan tujuan untuk memperoleh data dan mendiskripsikan sesuai dengan yang ditemukan. Kesimpulannya adalah Implementasi metode qiroati dilakukan dengan cara membaca secara langsung (tanpa dieja), santri dituntut untuk selalu aktif dalam belajar membaca al-Qur'an dan terakhir dilakukan Evaluasi. Langkah-langkah implementasi metode qiroati dilakukan dengan cara praktis, sederhana, sedikit demi sedikit, merangsang murid untuk saling berpacu. Setelah semua tau mengajarkan qiroati tidak boleh menambah pelajaran baru sebelum bisa membaca dengan benar dan cepat, tidak menuntun untuk membaca, dan waspada terhadap bacaan yang salah. Hasil dari penerapan Metode Qiroati antara lain santri mudah mengingat huruf yang ada dalam buku qiroati, antusias dan semangat santri dalam belajar membaca Al-Qur’an, asatidz mudah mengatahui perkembangan santri dan menciptakan lulusan yang fasih dan lancar dalam membaca Al-Qur’an.