Penelitian ini dimaksudkan dengan tujuan analisa terhadap susunan struktural Levi-Strauss dalam legenda Panji Laras Liris dan Putri Kediri melalui kajian sosiologi sastra. Penelitian ini memilki cakupan jenis penelitian kualitatif, disertai titik fokus pada respon serta tanggapan masyarakat setempat pada mitos yang dikaitkan dengan legenda Panji Laras Liris. Pendekatan yang dimanfaatkan dalam analisa ini ialah pendekatan studi kasus, karena penelitian ini mempelajari kebiasaan masyarakat yang dianggap nyata yang dapat dipergunakan dalam tahap analisa kondisi pada kelompok. Sumber data pada penelitian ini mencakup teori yang terkait dengan pemikiran analisis struktural Levi-Strauss dengan awal mula legenda Panji Laras dan Panji Liris di Lamongan. Sumber data lain juga didapatkan peneliti melalui sumber literatur yang telah ada sebelumnya. Dengan analisa strukturalisme Levi-Strauss , hasil penelitian mengemukakan bahwa legenda penolakan Panji Laras dan Panji Liris terhadap lamaran yang diajukan oleh Dewi Andansari dan Dewi Andanwangi mengakibatkan terjadinya perang besar lalu menjadi asal muasal larangan pernikahan antara masyarakat Lamongan dan Kediri. Unsur legenda yang melekat tersebut dijadikan sebagai cerminan relasi sosial juga norma budaya yang masih memengaruhi masyarakat hingga kini. Namun, hal tersebut tak mengabaikan fakta bahwa ada juga sebagian masyarakat yang memilih untuk mengabaikan mitos tersebut. Kata kunci: Struktural, Legenda, Masyarakat.
Copyrights © 2024