Tulisan ini bermaksud mengkaji konsep pendidikan Ibnu Sina dan Paulo Freire. Mengkaji pemikiran pendidikan Ibnu Sina dan Paulo Freire memang sangat menarik, karena keduanya memiliki esensi tujuan pendidikan yang sama yaitu menciptakan manusia yang tercerahkan semua potensi dirinya atau dalam istilah Freire manusia yang merdeka. Jenis penelitian ini adalah kepustakaan (library research). Adapaun jenis penelitian kepustakaan yang digunakan adalah analisis teks. Metode yang digunakan ialah metode komparatif yang dimana membadingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua sampel yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda. Membandingkan konsep pendidikan Ibnu Sina dengan Freire maka akan ditemukan banyak perbedaan. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama latar sosial yang berbeda, dari kedua filosof tersebut. Ibnu Sina menggunakan banyak metode pendidikan seperti metode talqin, demonstrasi, pembiasaan dan teladan, diskusi, magang, penugasan, metode dera dan hukuman. Sementara Paulo Freire lebih mengedepankan metode diskusi dengan pendekatan kritis. Konsep pendidikan Ibnu Sina dan Paulo Freire bila diintegrasikan akan memperkuat konsep Humanisme Religius yang dimana menempatkan manusia sebagai manusia, serta upaya humanisasi ilmu-ilmu dengan tetap memperhatikan tanggung jawab hablum minallah dan hablum minannas.
Copyrights © 2023