Kurikulum Merdeka, sebagai terobosan terbaru dalam pendidikan Indonesia, menjanjikan pendekatan pembelajaran yang inklusif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan zaman. Namun, dalam implementasinya, kurikulum ini dihadapi berbagai tantangan yang memerlukan perhatian serius dari semua pemangku kepentingan. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa meskipun ada pandangan positif dari pendidik terkait dengan potensi Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran, kesiapan guru dalam mengadopsi pendekatan baru menjadi kendala utama yang perlu diatasi. Di sisi lain, pandangan siswa dan orang tua juga berperan penting dalam keberhasilan implementasi kurikulum ini. Kendala teknis dan infrastruktur menjadi hambatan serius, terutama di daerah pedesaan, menghambat pencapaian tujuan kurikulum secara menyeluruh. Solusi implementatif yang diperlukan meliputi peningkatan investasi dalam infrastruktur pendidikan, pelatihan guru, serta kerja sama erat antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Dengan demikian, artikel ini menyimpulkan bahwa sementara Kurikulum Merdeka menjanjikan perubahan positif dalam pendidikan Indonesia, upaya bersama dari semua pihak diperlukan untuk mengatasi tantangan dan mewujudkan visi Kurikulum Merdeka yang inklusif, inovatif, dan merdeka.
Copyrights © 2023