Penelitian ini memiliki tujuan yakni untuk mengenal lebih dalam dengan anak berkebutuhan khusus terutamanya yang memiliki kebutuhan khusus tuna grahita yang terdapat di kelas 1 SLB B&C Karya Bhakti Surabaya. Metode yang dilakukan selama penelitian yakni metode kualitatif deskriptif. Dengan adanya artikel yang telah peneliti paparkan ini, agar mengetahui lebih dalam karakter dari anak tuna grahita. Selain itu, peneliti juga dapat mengetahui proses pembelajaran di kelas 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran, juga pastinya terdapat metode, bahan ajar, media serta penilaian yang dilakukan oleh guru terhadap siswanya. Peneliti juga menemukan tantangan yang dihadapi oleh guru selama proses pembelajaran di kelas. Tidak hanya itu, ternyata masih ada masyarakat di sekitar sekolah yang memandang buruk terhadap anak berkebutuhan khusus, padahal kenyataannya, anak berkebutuhan khusus juga dapat mengikuti lomba seperti anak normal seusia mereka. Siswa di SLB B&C Karya Bhakti Surabaya juga sering memenangkan lomba yang diikutinya, seperti lomba mewarnai, menggambar dan lain sebagainya. Kesimpulannya bahwa siswa tuna grahita itu lemah dalam menangkap suatu hal yang baru mereka dengar, lemah dalam berpikir serta kesulitan dalam berbicara, tetapi bisa tetap merespon jika dipanggil oleh guru. Selain itu juga kurang dapat mengontrol emosinya, terkadang tiba-tiba teriak dan marah kepada temannya sendiri saat pembelajaran.
Copyrights © 2024