Penelitian ini mengeksplorasi potensi faktor budaya untuk memicu konflik di masa depan di Indonesia, berdasarkan asersi Samuel P. Huntington dalam "The Clash of Civilization" bahwa konflik budaya akan melampaui konflik ekonomi atau ideologi. Studi ini mengadopsi pendekatan kualitatif untuk lebih memahami dinamika antarbudaya yang mungkin menyebabkan konflik identitas. Dengan melakukan wawancara, observasi, dan studi dokumen, penelitian ini menginterpretasikan nuansa pertemuan antarbudaya yang secara historis telah memolarisasi identitas, mempromosikan persatuan atau perpecahan dalam struktur sosial. Konflik sosial terkini di Indonesia, yang tampaknya tidak terkait dengan budaya, tetap saja mengungkapkan persimpangan budaya yang dalam. Contohnya termasuk kontroversi tentang kesesuaian agama seni pertunjukan wayang dan pelestarian bahasa versus kebijakan integrasi nasional, menunjukkan bagaimana nilai-nilai budaya menjadi dasar konflik ini. Temuan ini sejalan dengan teori Huntington, menekankan relevansi faktor budaya dalam konflik sosial kontemporer. Penelitian ini memberikan kontribusi pada diskursus yang lebih luas mengenai dampak dinamika budaya terhadap kesatuan nasional dan konflik sosial, mengusulkan bahwa pemahaman dan pengakuan yang lebih dalam terhadap perbedaan budaya sangat penting dalam mencegah potensi konflik di negara-negara multi-etnis seperti Indonesia.
Copyrights © 2024