Jurnal Al Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam
Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Al Karim : September 2023

PENDEKATAN SOSIOLOGIS DALAM STUDI ISLAM

Hafid Safrudin, Ahmad (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Sep 2023

Abstract

Menilik dari berbagai ragam sendi kehidupan, banyak ditemukan wacana hukum Islam yang kian hari kian berkembang. Perkembangan ini memberi ruang tersendiri bagi normalitas berbagai bentuk busana yang diantaranya adalah jilbab, dari hal tersebut terkini temuan dari wacana itu selalu diwarnai oleh adanya dua wacana yang saling berhadapan yaitu antara wacana normatifitas dan historisitas, antara teks dengan konteks. Segala pemikiran yang muncul dari ulama dan tokoh muslim dari segala zaman dahulu dan bermuara pada dua tataran ini. Begitu juga dengan persoalan pakaian muslimah atau jilbab. Akselerasi perdebatan mengenai hal ini telah dimulai sejak masa sahabat dan berlangsung secara terus menerus sampai masa sekarang ini. Dalam penelitian ini, dua kubu ini diwakili oleh Muhammad Sa'id al-'Asymawi dan Abu al-A'la al-Maududi. Berdasarkan kepada trade mark dalam tradisi normatifitas yang memiliki kecendrungan tekstualis sering kali mengabaikan sejarah munculnya suatu ketentuan hukum, maka al-Maudu>di> menyatakan bahwa wanita muslimah wajib mengenakan jilbab dengan segala karakteristiknya, bahkan mewajibkan untuk menutup wajah dan kedua telapak tangan. Sedangkan kubu historik (al-Asymawi) menyatakan bahwa hukum muncul karena ada illat, ketika illat hukum itu sudah tidak ada, maka hukum gugur. Mereka menyatakan bahwa generalisasi terhadap perintah pengenaan jilbab terhadap setiap orang adalah keliru, karena jilbab merupakan perintah khusus kepada istri-istri Nabi, dikarenakan keutamaan kedudukan mereka di kalangan kaum muslim masa itu.             Fenomena yang menarik juga terjadi bila kewajiban jilbab ini ditarik ke Indonesia. Banyak wanita yang mengenakan kerudung dengan berbagai modifikasi yang cenderung menghilangkan ketentuan dari jilbab itu sendiri. Hal ini merupakan akibat langsung dari pemahaman yang keliru tentang jilbab. Mereka menyamakan kerudung dengan jilbab. Padahal ini adalah dua hal yang berbeda walaupun saling melengkapi. Dengan menggabungkan kedua pendapat yang secara lahir bertolak belakang, maka kami menyimpulkan bahwa busana yang baik merupakan perpaduan antara kesopanan, kepantasan dan menutup aurat sebagai unsur pentingnya, tanpa perlu menetapkan satu jenis jilbab tertentu. Ini merupakan hasil dari univikasi terhadap dua pendapat yang dikemukakan oleh dua tokoh tersebut.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

alkarim

Publisher

Subject

Religion Education Environmental Science Social Sciences Other

Description

Jurnal Al-KArim: adalah Jurnal Pendidikan, Ekonomi, Psikologi dan Studi Keislaman dengan kajian multi-disipliner, terbit dua (2) kali dalam setahun (Maret dan September), yang dikelola oleh LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI-YAPTIP) Pasaman ...