Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk prosesi Manulangi Natua-tua perantau Batak Toba, Desa Sialang Baru, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak. Tujuan penelitian ini adalah guna mengetahui dan melihat bagaimana fungsi dan makna dari manulangi natua-tua pada masyarakat Batak Toba perantau. Tradisi manulangi di lingkungan sosial yang heterogen akan mengakibatkan perbedaan tradisi dalam upacara manulangi tradisional Batak Toba karena interaksi antara kelompok- kelompok sosial yang berbeda tradisinya. Penelitian ini menggunakan studi kualitatif yang menggambarkan kehidupan orang Batak Toba secara faktual dalam kehidupan berkeluarga, penulis menggunakan teknik pengumpulan data melalui pengamatan dan wawancara. Teori Fenomenologi Edmund Husserl dengan didukung konsepisasi menjadi pisau teori penelitian. Hasilnya, tradisi manulang memiliki makna sebagai bentuk penghormatan dan balasan budi seorang anak terhadap orang tua karena telah berhasil membesarkan anaknya. Tradisi ini telah menjadi salah satu dari rangkaian tradisi yang divalidasi dan disetujui oleh masyarakat suku Batak Toba itu sendiri.
Copyrights © 2024