Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap gempa karena lokasinya di persimpangan tiga plat tektonik. Dampak gempa ini seringkali signifikan, terutama pada bangunan, terutama struktur perumahan sederhana yang terbuat dari batu bata. Bangunan-bangunan ini tidak dibangun untuk tahan gempa karena mereka tidak mematuhi standar yang diperlukan. Untuk mengevaluasi kekuatan batu bata merah di Kabupaten Cirebon, sebuah studi dilakukan menggunakan ASTM C67 – 03a untuk menentukan kuat tekan, modul elastisitas, dan modul geser. Tekanan geser pada dinding kemudian dianalisis dengan membandingkannya dengan tekanan geser maksimum yang mampu ditahan oleh dinding bata merah. Kekuatan gempa di simulasi dalam dua konfigurasi, dengan persentase yang bervariasi di arah X dan Y. Penelitian ini menemukan bahwa tekanan pemotongan terbesar yang tercatat adalah 1,92 kg/cm2 dalam konfigurasi 100% kekuatan dalam arah X dan 30% kekuatan di arah Y, sementara konfigurasi 30% kekuatan dalam kedua arah menghasilkan stres pemotretan maksimum 1,80 kg / cm2. Kata Kunci: gempa, dinding pasangan batu bata merah, rumah satu lantai, tegangan geser.
Copyrights © 2023